HPPMI Maros Kom. UNM Gelar Aksi di Tiga Titik, Soroti Dugaan Mafia Solar di Maros

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 02:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Aksi demo HPPMI Maros Kom. UNM di depan gedung kejaksaan negeri maros, (Foto: Ist.)

Potret Aksi demo HPPMI Maros Kom. UNM di depan gedung kejaksaan negeri maros, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi dengan mengusung grand isu ‘Usut Tuntas Kasus Mafia Solar di Kabupaten Maros’. Aksi tersebut berlangsung di tiga titik, yakni Simpang BRI Maros, Polres Maros, dan Kejaksaan Negeri Maros, pada Selasa, (30/12).

HPPMI Maros Kom. UNM menyoroti dugaan maraknya praktik mafia solar subsidi yang ternilai belum tertangani secara maksimal oleh aparat penegak hukum. Mereka mendesak Polres Maros untuk menuntaskan kasus mafia solar di Kecamatan Bontoa dan Lau, mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim Polres Maros, mencopot Kanit Tipidter Polres Maros, serta meminta Kejaksaan Negeri Maros membuka secara transparan proses penyidikan kasus korupsi di Kabupaten Maros.

Ketua Umum HPPMI Maros Kom. UNM, Ince Zaky Syawal menyampaikan bahwa isu mafia solar terangkat karena banyaknya kasus serupa yang ternilai tidak memberikan kepastian hukum. Ia menilai aparat penegak hukum masih lamban dalam menangani persoalan tersebut.

“Persoalan ini sudah lama terasakan, terutama sejak muncul antrean panjang truk bermuatan yang terduga demi mendapatkan solar subsidi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait distribusi solar subsidi di Maros,” ungkapnya.

Zaky menambahkan, wilayah yang teranggap rawan terjadi penyelewengan solar subsidi berada di Kecamatan Lau dan Bontoa. Ia menyebut laporan terkait dugaan tersebut telah masuk sejak Juni 2025, namun hingga akhir tahun pelaku yang terduga terlibat belum juga tertangkap.

Usai aksi, HPPMI Maros Kom. UNM melakukan audiensi dengan pihak Polres Maros untuk meminta penjelasan terkait lambannya penanganan perkara. Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian menjelaskan bahwa proses penyidikan masih terkendala kebutuhan keterangan ahli.

“Proses ini membutuhkan keterangan ahli dari pihak terkait sehingga memerlukan waktu. Surat permintaan keterangan ahli kami sempat berada di antrean sekitar ke-18,” jelas perwakilan Polres Maros.

Polres Maros juga menyebut masih terdapat perkara lain terkait mafia solar yang tetap terproses karena unsur hukum terpenuhi. Berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan meski sempat dikembalikan untuk dilengkapi.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa UNM Unjuk Rasa Tuntut Birokrasi Selesaikan Kasus Kekerasan Akademik

Selain itu, HPPMI Maros Kom. UNM turut melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Maros guna mempertanyakan penanganan kasus mafia solar yang melibatkan dugaan pelaku berinisial I. Pihak kejaksaan menyatakan masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian.

Menanggapi penjelasan itu, Zaky menyayangkan lambannya koordinasi antar aparat penegak hukum yang dinilai menghambat kepastian hukum dan memperkuat keresahan publik. Ia mendesak agar Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros segera menyinkronkan proses penanganan perkara mafia solar secara terbuka dan profesional.

“Kami menyayangkan lemahnya koordinasi antar aparat penegak hukum dalam penanganan kasus mafia solar di Maros. Polres dan Kejaksaan harus segera menyinkronkan proses penanganan perkara secara terbuka agar ada kepastian hukum bagi masyarakat,” tegasnya.

*Reporter: Deswita Maharani / Editor: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh

Berita Terkait

Tak Percaya Mekanisme DPRD, Mahasiswa Pilih Simpan Tuntutan
Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi
UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK
Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional
Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan
[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus
Berita ini 208 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:05 WITA

Tak Percaya Mekanisme DPRD, Mahasiswa Pilih Simpan Tuntutan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:04 WITA

UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:14 WITA

Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan

Berita Terbaru

Salah satu mesin pameran Fakultas Teknik UNM, (Foto: Dok Profesi)

Fakultas Teknik

Usung Teknologi Tepat Guna, FT UNM Tampilkan Berbagai Karya Inovatif

Senin, 20 Jul 2026 - 22:48 WITA

Potret Stand Pameran Pendidikan FT di Dies Natalis ke-65 UNM, (Foto: Nur Hafizhah)

Fakultas Teknik

Inovasi Sepeda Listrik Energi Terbarukan di Stand Pameran Pendidikan FT

Senin, 20 Jul 2026 - 22:43 WITA

Foto Bersama Benny Subiantoro Bersama Pengelola Profesi, (Foto: Florencya Alnisa Christin).

Kilas Kampus

Menilik Biografi Sosok Legenda Pembuat Font Logo Profesi

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:05 WITA