Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Suasana Aksi Aliansi Mahasiswa Olahraga di Depan Polrestabes Makassar, (Foto: Ist.)

Potret Suasana Aksi Aliansi Mahasiswa Olahraga di Depan Polrestabes Makassar, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Olahraga dan Kesehatan (Amoras) menggelar aksi demonstrasi di depan Polrestabes Makassar sebagai bentuk protes terhadap kasus penembakan yang menewaskan warga sipil, Bertrand Eka Prasetyo Radiman, serta insiden kekerasan yang terjadi di lingkungan Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (13/03)

Aksi tersebut terlaksana sebagai respons cepat mahasiswa atas meningkatnya dugaan kekerasan yang melibatkan aparat dan tindakan represif yang menilai mencederai rasa keadilan publik.

Koordinator Lapangan Amoras, Irgi, menegaskan bahwa kematian Bertrand sebagai insiden kelalaian aparat. Menurutnya, setiap peluru oleh aparat negara memiliki konsekuensi hukum dan tanggung jawab yang jelas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika peluru aparat merenggut nyawa warga sipil, tidak ada alasan apa pun yang bisa menjadi tameng untuk menghindari pertanggungjawaban. Narasi ‘tidak sengaja’ justru memperlebar jarak antara publik dan institusi penegak hukum,” tegasnya.

Amoras Desak Transparansi

Dalam aksi tersebut, Amoras juga menyoroti peristiwa kekerasan di dalam kampus UNM, di mana terjadi pemukulan terhadap seseorang yang bahkan tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi. Mereka menyebut bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa, bukan lokasi terjadinya tindakan kekerasan.

Baca Juga Berita :  Peserta KKN PPL Latih Siswa SMAN 1 Glesong Dasar Kepemimpinan

Irgi menyebut bahwa korban dari rangkaian peristiwa tersebut bukan hanya berasal dari kalangan pengemudi ojek online, tetapi juga mahasiswa yang berada di dalam area kampus UNM. Hal ini menunjukkan bahwa eskalasi kekerasan telah meluas dan menyeret pihak-pihak yang tidak memiliki keterlibatan langsung.

“Rangkaian peristiwa ini tidak sebagai kejadian biasa yang kemudian terlupakan. Jika penanganan tertutup atau setengah hati, maka kemarahan publik akan semakin membesar,” ungkapnya.

Amoras menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi tersebut, yakni:

1. Mengusut tuntas kasus penembakan secara transparan dan akuntabel.
2. Menetapkan serta memproses secara hukum aparat yang bertanggung jawab.
3. Membuka kronologi lengkap serta hasil investigasi kepada publik.
4. Memberikan keadilan dan pemulihan bagi keluarga korban.
5. Mengusut tuntas peristiwa kekerasan di dalam kampus UNM yang mengakibatkan pemukulan terhadap pihak yang tidak terlibat aksi.

Baca Juga Berita :  BEM UNM Desak Pemerintah Sulsel Selesaikan Masalah Agraria

Irgi menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mendesak hingga kebenaran dibuka secara terang.

“Nyawa warga sipil tidak murah. Jika hukum tidak memberikan keadilan, suara mahasiswa akan terus menggema hingga keadilan itu benar-benar tegak,” tambahnya.

Terakhir, Irgi menutup bahwa gerakan Amoras merupakan gerakan moral mahasiswa yang tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan apa pun.

“Gerakan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap keadilan. Tidak ada pihak mana pun yang berhak mengklaim gerakan ini untuk kepentingan tertentu. Jika ada yang mencoba menunggangi, mereka adalah oknum dan bukan bagian dari Amoras,” tutupnya.(*)

*Reporter: Nurul Aenun Mardia

Berita Terkait

[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar
Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Mobil Operasional SAR UNM Rusak Imbas Bentrok Mahasiswa dan Ojol
HMI Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Tinggi Dicopot atas Dugaan Pelanggaran Hukum
Ketua HMI Koorkom UNM Desak Copot Mendiktisaintek
HMI Korkom UNM Unjuk Rasa, Dua Ruas Jalan A. P. Pettarani Macet
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WITA

[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam

Jumat, 3 April 2026 - 01:04 WITA

Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:18 WITA

Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:28 WITA

Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:30 WITA

Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Berita Terbaru

Potret Ketua Panitia Menyampaikan Sambutan Pada kegiatan Career Reflection Day, (Foto: Desitha Cahya)

Bimbingan dan Konseling

Gelar Career Reflection Day, Ketua Panitia Ajak Mahasiswa Kenali Potensi diri

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:30 WITA

Foto Gabriella Lambert Saat Bawa Materi Dalam Acara Career Reflection Day, (Foto: Dok. Profesi)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Mahasiswa BK FIP UNM Hadirkan Salebgram Ela Lambert Sebagai Pemateri Kegiatan Care Day

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:40 WITA

Potret Ketua Panitia Pengukuhan Mahasiswa Psikologi Angkatan 2025, (Foto: Nur Hafizhah)

Fakultas Psikologi

Solidaritas 336 Panitia Dalam Pengukuhan Mahasiswa Psikologi Angkatan 2025

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:10 WITA