PROFESI-UNM.COM – Aksi demonstrasi yang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas lakukan di depan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (5/3) menuai beragam tanggapan dari masyarakat dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Aksi tersebut membawa tuntutan agar reformasi kepolisian diwujudkan serta menghentikan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Beberapa pengendara yang melintas mengaku memahami tujuan aksi yang mahasiswa lakukan. Salah seorang pengendara motor, Andi mengatakan bahwa mahasiswa memang memiliki peran penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Menurut saya aksi seperti ini wajar saja. Mahasiswa memang sering menjadi penyambung suara rakyat. Selama mereka lakukan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum, itu hal yang baik,” ujarnya saat melintas di sekitar lokasi aksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Rahma seorang warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Ia menilai aksi mahasiswa menjadi pengingat bagi pemerintah agar lebih memperhatikan isu keadilan dan hak asasi manusia.
“Kadang masyarakat biasa tidak punya ruang untuk menyampaikan aspirasi. Dengan adanya aksi mahasiswa, isu-isu penting seperti HAM bisa kembali lapisan-lapisan masyarakat perhatikan,” katanya.
Namun, tidak semua pengendara memberikan tanggapan yang sama. Beberapa di antaranya mengaku aksi tersebut cukup mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam-jam padat aktivitas.
Salah seorang pengemudi ojek online, Irfan mengaku harus memperlambat perjalanan karena kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.
“Tadi sempat macet sedikit karena banyak kendaraan melambat melihat aksi. Tapi menurut saya masih wajar selama tidak terlalu lama,” jelasnya. (*)
*Reporter: Nuraini







