PROFESI-UNM.COM – Mobil operasional Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) SAR Universitas Negeri Makassar (UNM) mengalami kerusakan setelah terjadi kericuhan antara oknum mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) di area kampus Gunung Sari UNM, pada Kamis malam, (5/3).
Ketua Umum UKM SAR UNM, Aan Rizky Fahmi, mengatakan mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian kaca pintu depan sebelah kanan akibat pengrusakan oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian ini melibatkan oknum mahasiswa dan pengemudi ojol saat situasi di kampus memanas.
“Mobil operasional SAR UNM mengalami kerusakan di bagian kaca pintu depan sebelah kanan akibat pengrusakan oleh OTK pada saat kampus UNM ricuh antara mahasiswa dengan ojol,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, saat kejadian berlangsung mobil tersebut sedang diparkir di depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Ketika kericuhan terjadi, pihak SAR belum sempat memindahkan kendaraan tersebut ke tempat yang lebih aman.
“Mobil operasional SAR UNM sedang diparkir di depan PKM dan pada saat kericuhan terjadi kami belum sempat memindahkan mobil ke tempat yang aman,” jelasnya.
Aan menambahkan, seluruh anggota SAR UNM berada di dalam sekretariat ketika insiden berlangsung. Mereka baru mengetahui kondisi mobil setelah kerusakan terjadi.
“Anggota SAR UNM semuanya berada di dalam sekretariat dan baru mengetahui ketika mobil tersebut sudah rusak,” tambahnya.
Meski demikian, pihak pengurus SAR UNM hingga kini belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak kampus.
“Kami dari badan pengurus belum melaporkan pada pihak kampus,” katanya.
Aan menegaskan bahwa mobil tersebut merupakan fasilitas operasional penting yang digunakan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan SAR UNM. Juga saat terjadi bencana maupun operasi pencarian orang hilang di berbagai daerah.
“Mobil operasional SAR UNM dibeli untuk keperluan operasional yang bisa digunakan ke lapangan pada saat ada kondisi membahayakan jiwa manusia ataupun bencana di Sulawesi Selatan. Bahkan beberapa kali juga digunakan ke daerah lain seperti pencarian orang hilang di Majene, Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Ia berharap pihak birokrasi kampus dapat memberikan perhatian terhadap kerusakan tersebut, mengingat kendaraan itu merupakan fasilitas penting bagi kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh SAR UNM.
“Kami dari badan pengurus berharap adanya perhatian dari pihak birokrasi terkait perbaikan mobil, mengingat mobil ini adalah salah satu fasilitas yang ada di UKM SAR UNM dan digunakan pada saat pencarian dan pertolongan,” tutupnya.(*)
Reporter: Yusri Saputra







