PROFESI-UNM.COM – Konsumsi gula berlebih sering terjadi tanpa tersadari. Banyak orang makan nasi dalam porsi besar lalu disertai es teh, teh susu, kopi susu, atau minuman kemasan. Padahal, nasi mengandung karbohidrat yang berubah menjadi gula dalam tubuh. Jika dengan minuman manis, jumlah gula harian dapat menjadi sangat tinggi.
Minuman kekinian seperti boba dan teh susu memiliki kandungan gula tinggi. Dalam satu gelas, jumlah gulanya bahkan mampu melebihi batas konsumsi harian. Kebiasaan membeli minuman manis setiap hari membuat tubuh terus menerima asupan gula berlebih.
Kelebihan gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Gula yang tidak digunakan tubuh akan tersimpan menjadi lemak, terutama pada bagian perut. Selain itu, tubuh juga lebih mudah lelah dan mengantuk akibat naik turunnya gula darah secara drastis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsumsi jangka panjang, gula berlebih mampu meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Kadar gula darah yang terus tinggi membuat kerja insulin terganggu sehingga tubuh kesulitan mengontrol gula darah secara normal.
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis juga berdampak pada kesehatan kulit dan gigi. Gula dapat memicu jerawat, peradangan, serta menyebabkan gigi berlubang apabila konsumsi terlalu sering.
Salah satu cara mengurangi konsumsi gula ialah membawa botol minum sendiri agar lebih sering minum air putih. Saat membeli minuman, pilih less sugar atau no sugar agar kadar gula yang masuk ke tubuh lebih rendah.
Bagi yang tetap menyukai rasa manis, stevia menjadi pengganti gula karena lebih rendah kalori dan tidak meningkatkan gula darah secara drastis. Mengurangi gula secara perlahan membantu tubuh menjadi lebih sehat tanpa harus berhenti menikmati rasa manis sepenuhnya. (*)
*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs







