Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hidangan dengan kandungan gula yang tinggi, (Foto: Int.)

Hidangan dengan kandungan gula yang tinggi, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Konsumsi gula berlebih sering terjadi tanpa tersadari. Banyak orang makan nasi dalam porsi besar lalu disertai es teh, teh susu, kopi susu, atau minuman kemasan. Padahal, nasi mengandung karbohidrat yang berubah menjadi gula dalam tubuh. Jika dengan minuman manis, jumlah gula harian dapat menjadi sangat tinggi.

Minuman kekinian seperti boba dan teh susu memiliki kandungan gula tinggi. Dalam satu gelas, jumlah gulanya bahkan mampu melebihi batas konsumsi harian. Kebiasaan membeli minuman manis setiap hari membuat tubuh terus menerima asupan gula berlebih.

Kelebihan gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Gula yang tidak digunakan tubuh akan tersimpan menjadi lemak, terutama pada bagian perut. Selain itu, tubuh juga lebih mudah lelah dan mengantuk akibat naik turunnya gula darah secara drastis.

Konsumsi jangka panjang, gula berlebih mampu meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Kadar gula darah yang terus tinggi membuat kerja insulin terganggu sehingga tubuh kesulitan mengontrol gula darah secara normal.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis juga berdampak pada kesehatan kulit dan gigi. Gula dapat memicu jerawat, peradangan, serta menyebabkan gigi berlubang apabila konsumsi terlalu sering.

Baca Juga Berita :  Mahasiswi UNM Lolos Program Kepemimpinan Nasional FLC

Salah satu cara mengurangi konsumsi gula ialah membawa botol minum sendiri agar lebih sering minum air putih. Saat membeli minuman, pilih less sugar atau no sugar agar kadar gula yang masuk ke tubuh lebih rendah.

Bagi yang tetap menyukai rasa manis, stevia menjadi pengganti gula karena lebih rendah kalori dan tidak meningkatkan gula darah secara drastis. Mengurangi gula secara perlahan membantu tubuh menjadi lebih sehat tanpa harus berhenti menikmati rasa manis sepenuhnya. (*)

*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs

Berita Terkait

Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat
Olahraga Menjadi Kunci Penting Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Manusia
Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare
Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare
Tips Mix and Match Outfit ke Kampus agar Tetap Stylish dan Nyaman
Langkah Menjaga Berat Badan Saat Waktu Libur
Mengapa Banyak Mahasiswa Kehilangan Arah dan Tujuan Setelah Masuk Kuliah?
Tips dan Trik Mahasiswa Produktif Saat Libur Semester
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:25 WITA

Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:16 WITA

Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:18 WITA

Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:10 WITA

Tips Mix and Match Outfit ke Kampus agar Tetap Stylish dan Nyaman

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:19 WITA

Langkah Menjaga Berat Badan Saat Waktu Libur

Berita Terbaru

Potret Supriadi Torro Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, (Foto: Int)

Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Dekan FISH Harap LPM Profesi Jadi Media Komunikasi Berkualitas

Minggu, 7 Jun 2026 - 11:38 WITA

Potret Aryanto Kepala BPS Prov SulSel saat Beri Sambutan dalam Kegiatan Selidik, (Foto: Rosdiana)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Tingkatkan Literasi Masyarakat, BPS Sulsel Dukung Penuh Pojok Statistik

Minggu, 7 Jun 2026 - 11:32 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Menonton Piala Dunia Saat Libur Kuliah, (Foto:AI.)

Tak Berkategori

Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:25 WITA