HMI Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Tinggi Dicopot atas Dugaan Pelanggaran Hukum

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret salah satu massa aksi menyampaikan orasi, (Foto : Winda Pratiwi Agus Tina).

Potret salah satu massa aksi menyampaikan orasi, (Foto : Winda Pratiwi Agus Tina).

PROFESI-UNM.COM – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Terlaksananya aksi ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai pelanggaran hukum yang terjadi pada lingkup kementerian, Rabu (11/2).

Hafriansa, selaku orator dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa pihaknya mendesak agar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) segera dicopot dari jabatannya. Menurutnya, sudah tidak ada lagi ruang toleransi atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

“Kami menilai tidak ada lagi toleransi untuk pencopotan Kemendiktisaintek karena telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum,” jelasnya saat berorasi di atas mobil komando.

Beberapa poin tuntutan yang massa aksi bawa meliputi pelanggaran terkait larangan rangkap jabatan. Hal itu tertuang dalam UU No. 61 Tahun 2024 dan PMK 128 Tahun 2025. Selain itu, mereka juga menyoroti ketidaksesuaian kebijakan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Larangan rangkap jabatan sudah jelas ada dalam undang-undang, begitu pula harus menaati mengenai aturan Sisdiknas,” katanya.

Dalam tuntutannya, HMI mengharapkan sikap tegas dari Presiden untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran kementerian. Mereka juga meminta Komisi X DPR RI untuk segera memanggil pihak terkait ke meja Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Baca Juga Berita :  Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD Sulsel

“Kami mengharapkan sikap tegas Presiden untuk mencopot dan mengevaluasi Kemendiktisaintek secara total. Selain itu, meminta Komisi X DPR RI untuk membawanya ke meja RDP,” tegasnya.

Hafriansa juga memberikan peringatan bahwa jika pemerintah tidak mengatensi aspirasi massa aksi, maka massa akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar. Namun, ia menjamin aksi akan tetap berlangsung kondusif jika tuntutan mereka didengarkan.

“Kami akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan belum terpenuhi. Jika pemerintah mengatensi aspirasi kami, maka jalannya aksi akan tetap kondusif,” tutupnya.(*)

*Reporter: Nuraini

Berita Terkait

Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar
Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Mobil Operasional SAR UNM Rusak Imbas Bentrok Mahasiswa dan Ojol
Ketua HMI Koorkom UNM Desak Copot Mendiktisaintek
HMI Korkom UNM Unjuk Rasa, Dua Ruas Jalan A. P. Pettarani Macet
[FOTO] Mahasiswa HMI Blokade Jl. AP Pettarani, Tuntut Transparansi dan Tolak Politisasi
HMI Desak Presiden Copot Menteri Kemendiktisaintek karena Pelanggaran UU dan Rangkap Jabatan
HMI Koorkom UNM Desak Evaluasi Total Kinerja Kemendiktisaintek
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:28 WITA

Aksi UNM Bergerak Dinilai Warga sebagai Hal Wajar

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:30 WITA

Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:56 WITA

Mobil Operasional SAR UNM Rusak Imbas Bentrok Mahasiswa dan Ojol

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:32 WITA

HMI Turun ke Jalan, Tuntut Menteri Pendidikan Tinggi Dicopot atas Dugaan Pelanggaran Hukum

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:04 WITA

Ketua HMI Koorkom UNM Desak Copot Mendiktisaintek

Berita Terbaru

Ilustrasi Penggunaan Perangkat Digital Berlebih yang Dapat Memicu Gangguan Penglihatan dan Penurunan Kualitas Tidur, (Foto: AI.)

PROFESI WIKI

Risiko Kelelahan Mata dan Gangguan Tidur pada Era Digital

Minggu, 8 Mar 2026 - 00:35 WITA