PROFESI-UNM.COM – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Terlaksananya aksi ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai pelanggaran hukum yang terjadi pada lingkup kementerian, Rabu (11/2).
Hafriansa, selaku orator dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa pihaknya mendesak agar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) segera dicopot dari jabatannya. Menurutnya, sudah tidak ada lagi ruang toleransi atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.
“Kami menilai tidak ada lagi toleransi untuk pencopotan Kemendiktisaintek karena telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum,” jelasnya saat berorasi di atas mobil komando.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa poin tuntutan yang massa aksi bawa meliputi pelanggaran terkait larangan rangkap jabatan. Hal itu tertuang dalam UU No. 61 Tahun 2024 dan PMK 128 Tahun 2025. Selain itu, mereka juga menyoroti ketidaksesuaian kebijakan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
“Larangan rangkap jabatan sudah jelas ada dalam undang-undang, begitu pula harus menaati mengenai aturan Sisdiknas,” katanya.
Dalam tuntutannya, HMI mengharapkan sikap tegas dari Presiden untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran kementerian. Mereka juga meminta Komisi X DPR RI untuk segera memanggil pihak terkait ke meja Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Kami mengharapkan sikap tegas Presiden untuk mencopot dan mengevaluasi Kemendiktisaintek secara total. Selain itu, meminta Komisi X DPR RI untuk membawanya ke meja RDP,” tegasnya.
Hafriansa juga memberikan peringatan bahwa jika pemerintah tidak mengatensi aspirasi massa aksi, maka massa akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar. Namun, ia menjamin aksi akan tetap berlangsung kondusif jika tuntutan mereka didengarkan.
“Kami akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan belum terpenuhi. Jika pemerintah mengatensi aspirasi kami, maka jalannya aksi akan tetap kondusif,” tutupnya.(*)
*Reporter: Nuraini






