Wujudkan Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Sejumlah Massa Aksi saat Demonstrasi, (Foto: Dok. Profesi)

Potret Sejumlah Massa Aksi saat Demonstrasi, (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas di Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi dengan menyuarakan tuntutan reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta penghentian berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM), Kamis (5/3).

Banyak mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti aksi tersebut. Selain itu, Aksi ini bertempat di depan Menara Pinisi UNM. Massa aksi menyampaikan tuntutan melalui orasi serta membentangkan sejumlah spanduk yang berisi kritik terhadap institusi kepolisian.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut percepatan dan pemfokusan reformasi Polri, khususnya pada sektor pendidikan di institusi kepolisian. Mereka menilai sejak terbentuknya Komisi Reformasi Polri hingga saat ini belum terlihat implementasi nyata dari agenda reformasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menuntut percepatan dan pemfokusan reformasi Polri, terutama di ranah pendidikan kepolisian. Sejak terbentuknya Komisi Reformasi Polri hingga hari ini belum ada implementasi nyata dari agenda reformasi tersebut,” ujar salah satu orator.

Baca Juga Berita :  Kesalahan Sistem, Beasiswa Bidik Misi Mahasiswa FIK UNM Dicabut

Selain itu, massa aksi juga menilai masih banyak tindakan aparat yang mereka nilai tidak berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, mereka mendesak adanya pembenahan mendasar terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku pada tubuh kepolisian.

Massa aksi juga mendesak Komisi Percepatan Reformasi Polri agar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara serius dalam mendorong perubahan struktural di institusi kepolisian.

“Komisi Percepatan Reformasi Polri harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara serius untuk mendorong perubahan mendasar di tubuh kepolisian,” lanjutnya.

Massa Aksi Desak Kepolisian Transparan soal Kasus Penembakan di Makassar

Pada tingkat lokal, massa aksi turut menyoroti kasus penembakan yang terjadi di Kota Makassar. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk bersikap transparan dalam proses penangkapan terduga pelaku serta memberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Transparansikan proses penangkapan terduga pelaku penembakan di Kota Makassar dan berikan sanksi sekeras-kerasnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas orator tersebut.

Baca Juga Berita :  Aksi Subsidi UKT, Mahasiswa UNM Minta Kepastian dari Rektor Terkait

Mahasiswa juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang diduga melibatkan aparat kepolisian. Salah satunya adalah meninggalnya seorang pelajar Madrasah Aliyah berusia 14 tahun bernama Arianto Tawakal yang diduga tewas setelah dipukul menggunakan helm oleh oknum Brimob pada Kamis (19/02).

Berselang satu minggu, seorang remaja berusia 18 tahun di Makassar juga dilaporkan meninggal dunia. Remaja tersebut meninggal dunia setelah anggota perwira kepolisian menembak saat remaja tersebut bermain dengan senjata mainan jenis water jelly.

Menurut massa aksi, rangkaian peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa masih terdapat persoalan serius dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Kekerasan aparat terhadap rakyat merupakan persoalan serius dalam negara demokrasi karena bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia. Aparat seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, bukan menjadi sumber ketakutan bagi masyarakat,” ungkap orator tersebut. (*)

*Reporter: Ade Kurniawan

Berita Terkait

Tak Percaya Mekanisme DPRD, Mahasiswa Pilih Simpan Tuntutan
Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi
UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK
Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional
Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan
[FOTO] Aksi Mahasiswa Tuntut Pencabutan SK Pembatasan Jam Malam
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Tolak Pembatasan Jam Malam
Amoras Desak Transparansi Kasus Penembakan dan Kekerasan di Kampus
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:05 WITA

Tak Percaya Mekanisme DPRD, Mahasiswa Pilih Simpan Tuntutan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Suarakan Berbagai Tuntutan dalam Aksi Demonstrasi

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:04 WITA

UPT Keamanan UNM Sisir Kampus 1 Gunung Sari Cari Dugaan OTK

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:39 WITA

Aliansi Mahasiswa Berlawan Gelar Aksi Soroti Berbagai Persoalan Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:14 WITA

Aliansi Mahasiswa Soroti Program MBG, Nilai Kebijakan Belum Menjawab Kebutuhan

Berita Terbaru

Potret Dekan Fakultas Teknik, Jamaludin, memberikan Sambutan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT UNM Lepas 135 Wisudawan, 80 Raih Predikat Cumlaude

Senin, 13 Jul 2026 - 14:52 WITA

Pamflet Pendaftaran Sayembara Karya 2025, (Foto:Ist)

Fakultas Bahasa dan Sastra

Genesis 25 FBS Buka Sayembara Karya Jelang Inaugurasi Angkatan

Minggu, 12 Jul 2026 - 23:14 WITA

Pamflet Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri 2026 Gelombang 2 FBS UNM, (Foto:Int)

Fakultas Bahasa dan Sastra

Kouta Terbatas! Fakultas Bahasa dan Sastra Buka Seleksi Jalur Mandiri Gelombang Dua

Minggu, 12 Jul 2026 - 22:52 WITA