PROFESI-UNM.COM – Menahan emosi saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang yang menjalankan ibadah Ramadan setiap tahunnya. Perubahan pola makan dan istirahat sering memengaruhi suasana hati sehingga emosi lebih mudah muncul tanpa disadari.
Kurangnya asupan energi selama berpuasa dapat membuat tubuh terasa lemas dan pikiran menjadi kurang fokus. Kondisi tersebut sering kali memicu rasa mudah marah ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
Salah satu cara efektif menahan emosi adalah dengan mengatur napas secara perlahan dan teratur setiap saat. Teknik pernapasan membantu menenangkan sistem saraf sehingga reaksi emosional dapat dikendalikan dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, penting untuk menghindari perdebatan yang tidak perlu selama menjalankan ibadah puasa di siang hari. Mengalihkan perhatian pada aktivitas positif dapat membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan terkendali.
Memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan berzikir dapat memberikan ketenangan batin selama berpuasa. Aktivitas spiritual tersebut membantu hati menjadi lebih sabar dan mampu meredam amarah secara perlahan.
Terakhir, penting untuk selalu mengingat tujuan utama berpuasa sebagai latihan pengendalian diri dan kesabaran. Dengan kesadaran tersebut, setiap individu dapat berusaha menahan emosi demi memperoleh keberkahan Ramadan. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







