PROFESI-UNM.COM – Fenomena sistem kebut semalam masih menjadi kebiasaan sebagian mahasiswa saat menyelesaikan projek tugas akhir mata kuliah. Padahal, pola tersebut sering memengaruhi kualitas hasil kerja dan kondisi fisik mahasiswa menjelang pengumpulan tugas.
Mahasiswa kerap menghadapi berbagai kendala ketika mengerjakan projek mendekati tenggat waktu. Mulai dari revisi mendadak, pembagian tugas kelompok tidak merata, hingga kurangnya referensi pendukung.
Persiapan sejak awal menjadi langkah penting agar pengerjaan projek lebih terarah. Dengan memahami instruksi dosen sejak awal perkuliahan, mahasiswa dapat menyusun konsep secara bertahap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pembagian target mingguan membantu mahasiswa mengontrol progres pengerjaan projek. Cara ini efektif untuk menghindari penumpukan pekerjaan pada akhir semester.
Mahasiswa juga perlu aktif mencari referensi dari jurnal, buku, maupun sumber terpercaya lainnya. Referensi yang relevan dapat memperkuat isi projek sekaligus meningkatkan kualitas pembahasan.
Dalam pengerjaan kelompok, komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan projek. Pembagian tugas yang jelas mampu mengurangi risiko anggota kelompok tidak berkontribusi maksimal.
Tidak hanya isi projek, kemampuan mempersiapkan presentasi juga perlu dengan baik oleh mahasiswa. Latihan penyampaian materi dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri saat memaparkan hasil projek di depan dosen.
Melalui pengelolaan waktu yang baik dan persiapan matang, mahasiswa sekiranya mampu menyelesaikan projek akhir secara maksimal. Kebiasaan disiplin dalam mengerjakan tugas juga dinilai dapat membentuk pola belajar yang lebih teratur.(*)
*Reporter: Andi Mappasoko RD







