PROFESI-UNM.COM – Sakit kepala merupakan keluhan umum yang dapat muncul di berbagai bagian kepala dengan penyebab yang berbeda. Letak nyeri sering menjadi petunjuk penting untuk mengenali jenis gangguan yang orang alami. Dengan memahami pola ini, seseorang dapat lebih waspada dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Sakit kepala di bagian depan atau dahi umumnya disebabkan oleh sakit kepala tegang. akibat stres atau pikiran tegang. Selain itu, sinusitis juga sering menjadi pemicu, terutama jika nyeri terasa saat menunduk dan hidung tersumbat. Mata lelah akibat terlalu lama menatap layar juga dapat memperparah kondisi ini.
Pada bagian belakang kepala, terutama tengkuk dan leher, nyeri sering dipicu oleh postur tubuh yang buruk atau otot leher yang kaku. Selain itu, kondisi seperti hipertensi juga dapat menyebabkan sakit kepala di area ini. Dalam beberapa kasus, saraf terjepit di leher bisa menimbulkan nyeri hingga kesemutan pada tangan.
Sakit kepala di bagian samping, seperti pelipis kiri atau kanan, sering orang kaitkan dengan migrain. Nyeri biasanya berdenyut dan dapat disertai mual serta sensitivitas terhadap cahaya. Selain itu, kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur bruxism atau stres juga dapat menjadi penyebab.
Nyeri di sekitar mata dan alis umumnya berhubungan dengan sinus atau tekanan pada mata. Selain sinusitis, kondisi seperti glaukoma perlu orang waspadai, terutama jika orang tersebut juga mengalami penglihatan kabur dan nyeri hebat. Migrain juga dapat memicu nyeri di area ini.
Sementara itu, dehidrasi, kurang tidur, atau stres berat menjadi sebab sakit kepala yang terasa menyeluruh. Kondisi seperti anemia juga dapat menjadi penyebab, terutama jika orang tersebut juga lemas dan pusing.
Memahami perbedaan lokasi dan penyebab sakit kepala dapat membantu dalam penanganan awal. Namun, jika nyeri berlangsung lama atau ada gejala serius, segera periksakan diri ke tenaga medis untuk diagnosis yang tepat. (*)
*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs








