PROFESI-UNM.COM – Setiap hari mahasiswa mengakses media sosial, platform yang menawarkan hiburan hingga sumber belajar. Namun, tanpa pengaturan yang tepat, media sosial dapat menguras waktu, energi, bahkan kesehatan mentalmu. Karena itu, kamu perlu mengambil kendali dan menjadikan dirimu penguasa, bukan budak media sosial.
Mahasiswa sering langsung bereaksi ketika menerima notifikasi, menonton video lucu, atau terus men-scroll beranda. Kebiasaan ini membuatmu semakin konsumtif dan menjauhkanmu dari sikap produktif. Berikut tips agar kamu tetap berdaulat atas penggunaan media sosialmu.
Pertama, tetapkan batasan waktu harian yang tegas dan terukur. Media sosial memang dirancang untuk membuatmu terus melakukan scroll tanpa henti. Untuk mengatasinya, kamu perlu bersikap proaktif. Gunakan fitur Screen Time di ponsel atau aplikasi pihak ketiga untuk membatasi akses pada jam-jam produktif atau menjelang tidur. Cobalah digital detox mingguan selama beberapa jam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, audit akun yang kamu ikuti demi menjaga kesehatan mental. Lingkungan daring memiliki pengaruh sebesar lingkungan fisik. Lakukan “bersih-bersih” akun secara berkala. Unfollow atau mute akun yang memicu kecemasan atau menyebarkan informasi provokatif. Prioritaskan akun yang memberi edukasi, inspirasi, humor sehat, atau dukungan emosional.
Ketiga, terapkan prinsip saring sebelum sharing untuk menjaga reputasi digitalmu. Sebelum menekan tombol unggah, beri jeda dan tanyakan pada diri sendiri: “Apakah informasi ini benar, baik, dan perlu?” Ingat, jejak digital bersifat permanen. Unggahan impulsif atau emosional dapat merugikan karier atau hubunganmu di masa depan.
Selanjutnya, selalu cek fakta terhadap berita atau informasi viral. Media sosial sering menjadi lahan subur bagi hoaks dan misinformasi. Jangan mudah terprovokasi atau langsung membagikan informasi yang belum terverifikasi. Cari sumber asli, bandingkan dengan media terpercaya, dan bedakan opini pribadi dari fakta.
Terakhir, jaga kerahasiaan informasi pribadi dan perkuat pengaturan privasi akunmu. Jangan pernah membagikan informasi sensitif seperti rencana perjalanan secara real-time, detail finansial, atau kata sandi melalui pesan yang tidak aman. Periksa kembali pengaturan privasi agar hanya orang yang kamu pilih yang dapat melihat konten pribadimu, dan gunakan autentikasi dua faktor untuk keamanan berlapis.
Dengan menerapkan lima langkah ini secara konsisten, kamu tidak hanya melindungi diri dari dampak negatif media sosial, tetapi juga memastikan bahwa waktu yang kamu habiskan di dalamnya benar-benar bernilai dan mendukung tujuan hidupmu. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







