PROFESI-UNM.COM – Konten kecantikan (beauty content) di TikTok semakin populer di kalangan remaja karena banyak digunakan sebagai hiburan sekaligus referensi penampilan. Berbagai video makeup, perawatan kulit, dan tren wajah ideal terus muncul di media sosial setiap harinya.
Remaja menjadi kelompok yang paling sering terpapar konten tersebut karena tingginya penggunaan TikTok dalam aktivitas sehari-hari. Konten kecantikan di media sosial juga mulai memengaruhi cara remaja menilai penampilan diri mereka sendiri.
Penggunaan filter dan proses editing pada video dinilai menciptakan standar kecantikan yang sulit dicapai di kehidupan nyata. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja lebih mudah membandingkan diri dengan kreator media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paparan beauty content secara terus-menerus juga dianggap dapat memengaruhi rasa percaya diri remaja. Sebagian pengguna media sosial mulai merasa kurang puas terhadap bentuk wajah, warna kulit, maupun kondisi tubuh mereka.
Selain berdampak pada psikologis, tren kecantikan di TikTok turut memengaruhi gaya hidup remaja. Tidak sedikit pengguna media sosial mengikuti tren skincare dan makeup tertentu demi menyesuaikan diri dengan standar kecantikan digital.
Literasi digital menjadi salah satu hal yang penting agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh standar kecantikan di media sosial. Pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak juga dinilai dapat membantu menjaga kesehatan mental dan rasa percaya diri remaja. (*)
*Reporter: Musdalifah







