PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer (JTIK) Universitar Negeri Makassar (UNM) mengeluhkan maraknya kasus kehilangan helm di area parkiran Gedung AE.
Minimnya pengawasan serta belum optimalnya sistem keamanan dinilai menjadi penyebab sering terjadinya pencurian helm di lokasi tersebut.(31/10)
Salah satu korban, F, mahasiswa Prodi Teknik Komputer angkatan 2025, kehilangan helm pada Sabtu (19/10) setelah mengikuti kegiatan di Gedung AE.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia datang sekitar pukul 12.30 dan menaruh helm di spion motor, lalu sempat keluar ke Indomaret pukul 16.00 dan meletakkan helmnya di motor temannya.
JTIK UNM Benahi Sistem Keamanan Parkir Gedung AE
Setelah kembali, helmnya masih terlihat, namun saat hendak pulang pukul 17.40, helm tersebut sudah tidak ada. Temannya yang pulang lebih dulu sekitar pukul 17.20 mengaku tidak melihat helm itu dan mengira F telah mengambilnya.
“Kamera CCTV kalau bisa harus ada yang memantau keluar masuknya motor,” harap F.
Ia menyebut sudah melapor kepada panitia Ice Fest, karena saat kejadian F melakukan latihan ceremonial acara Ice Fest, namun hingga kini belum ada hasil.
Korban lainnya, A, mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer angkatan 2024, juga mengalami kehilangan helm sebanyak dua kali, yaitu pada 13 dan 19 Maret. Ia menilai pelaporan hanya berakhir di unggahan story Instagram berita kehilangan.
“Mungkin dengan memasang beberapa kamera CCTV di beberapa titik parkiran bisa membantu,” ujar A.
Ia menambahkan bahwa pengawasan di area parkir perlu diperketat. A berharap agar beberapa titik parkiran bisa ditambahkan CCTV.
Ketua Jurusan JTIK Abd. Muis Mappalotteng menyampaikan bahwa pemasangan CCTV sudah dalam tahap pelaksanaan sejak minggu lalu. Ia mengatakan bahwa empat CCTV telah terpasang. Masing-masing dua unit untuk area parkiran depan dan dua unit untuk area parkiran belakang. Selain itu, satu lainnya sudah terpasang di bagian belakang.
Sementara itu, Asisten Ahli, Ayu Lestari, menambahkan bahwa proses pemasangan masih berlangsung. Ia menjelaskan bahwa kendala terletak pada penyambungan kabel, sementara beberapa anggota laboratorium yang mengurus bagian tersebut sedang menjalankan tugas di luar kota.
“Sudah sementara berprogres, sudah ada CCTV-nya, sudah ada kabelnya. Sisa pemasangannya, sudah dicoba menyisipkan kabelnya tapi belum bisa,” tuturnya saat ditemui bersama Ketua Jurusan di ruang Kajur JTIK, Senin (3/11).
Di akhir pernyataan, pihak jurusan menyampaikan bahwa mereka berharap proses pemasangan CCTV dapat segera rampung agar kasus kehilangan helm di area parkir Gedung AE tidak terus berulang. (*)
*Reporter: Desitha Cahya/Editor: Nurul Adhani Ilham







