PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluhkan kondisi lapangan fakultas yang kerap licin setelah hujan. Genangan air yang mengendap di area lapangan menyebabkan permukaan menjadi berlumut sehingga beberapa mahasiswa melaporkan terpeleset saat melintasinya.
Salah satu mahasiswa FBS yang diinisialkan AN jurusan Bahasa Inggris, mengaku pernah terpeleset di lapangan tersebut saat kegiatan Poster Session Reseach Methodology mata kuliah Extensive Speaking, Kamis (11/12) di lapangan tersebut. Ia mengatakan tidak menyangka permukaan lapangan akan sangat licin setelah hujan.
“Pada saat saya melangkah, saya pikir tidak akan selicin itu. Ternyata licin sekali karena hujan dan genangannya membuat lumut dan saya pun terjatuh.” ujar AN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa Kerap Terpeleset
Menurut AN, kondisi tersebut kerap terjadi setiap kali hujan turun. Ia menilai genangan air yang lama mengering membuat permukaan lapangan menjadi berlumut dan licin sehingga berpotensi membahayakan mahasiswa yang melintas.
Kejadian serupa juga dialami mahasiswa lainnya, Winona, pada Rabu (25/2). Ia mengaku terpeleset ketika melintasi bagian pinggir lapangan bersama temannya saat kondisi lapangan masih basah akibat hujan rintik.
“Awalnya kami tidak ingin lewat lapangan, tapi akhirnya mencoba lewat bagian pinggirnya saja. Tiba-tiba karena lapangan masih basah dan sepatu saya licin, saya jatuh duluan lalu teman saya juga ikut terpeleset,” tutur Winona.
Meski tidak mengalami luka serius, Winona mengatakan lututnya sempat terasa sakit karena jatuh dengan posisi berlutut. Ia juga mengaku pernah melihat mahasiswa lain mengalami kejadian serupa saat melintasi area lapangan tersebut.
AN berharap pihak fakultas dapat memperhatikan kondisi lapangan tersebut dengan melakukan pembersihan oleh petugas kebersihan agar lumut dan genangan air tidak membuat permukaan lapangan menjadi licin.
“Harapanku, kalo bisa itu dibersihkan genangan airnya jadi tidak jadi lumut ki dan juga klo ndk sempat dibersihkan kasi mi saja tanda kalo bahaya lewat sini, licin.”
Sementara itu, Winona menilai pihak fakultas perlu membicarakan persoalan tersebut kepada dekan agar dapat mempertimbangkan langkah penanganannya, seperti memperbaiki kondisi lapangan atau memasang tanda peringatan agar mahasiswa tidak melintasi area lapangan ketika kondisinya licin setelah hujan. (*)
*Reporter: Husnul Khatimah Hidir







