FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tim UNM Survei Lahan Cetak Sawah, (Foto: Ist.)

Potret Tim UNM Survei Lahan Cetak Sawah, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat dalam Program Cetak Sawah Rakyat 2025 di Provinsi Kalimantan Tengah. Keterlibatan UNM bukan pada pencetakan sawah, melainkan pada kegiatan Survei, Investigasi, dan Desain (SID).

Program Cetak Sawah Rakyat 2025 merupakan agenda nasional yang Kementerian Pertanian prakarsai untuk memperkuat ketahanan pangan. Merespons program ini, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengusulkan lokasi pencetakan sawah di wilayahnya dan mengajak sejumlah universitas nasional untuk melaksanakan proses SID.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik UNM, Andi Sukainah, dalam wawancaranya mengatakan bahwa FT UNM bertanggung jawab atas pelaksanaan SID. SID sendiri terlaksana di beberapa daerah di Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“UNM mendapat kepercayaan bertanggung jawab atas penerapan SID beberapa daerah. Mulai dari Kabupaten Barito Selatan dan di Kabupaten Kapuas,” kata Sukainah pada Jumat (22/05)

Baca Juga Berita :  Aktivitas Positif Mahasiswa dalam Kehidupan Sosial Kampus

Sembilan Universitas di Indonesia Ikut Serta Program Cetak Sawah Rakyat

Program Cetak Sawah Rakyat tersebut mengikut sertakan sembilan Universitas Negeri di Indonesia. Kesembilan universitas tersebut adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Palangka Raya, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bangka Belitung, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Sebelas Maret.

Lebih lanjut, Sukainah menegaskan FT UNM terlibat dalam kapasitas konsultan ilmiah, bukan kontraktor. Lingkup kerja tim tersebut meliputi pengukuran topografi, pemetaan geospasial, dan analisis sampel tanah. Selain itu, analisis hidrologi, pemetaan risiko kekeringan, hingga penyusunan desain mikro hidrologi dan rekomendasi teknis kesesuaian lahan.

Baca Juga Berita :  Hasil Seleksi Bidikmisi Camaba UNM Belum Diumumkan, Ini Alasannya

“Konsultan bertanggung jawab atas keakuratan perencanaan dan analisis ilmiah, sedangkan kontraktor sepenuhnya bertanggung jawab atas metode kerja, kualitas konstruksi, keselamatan kerja. Juga, kesesuaian hasil fisik dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Selain itu, Sukainah menyebut keterlibatan FT UNM dalam program ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki fakultas. Hal itu mencakup teknik pertanian, geodesi, teknik sipil perairan, hingga analisis lingkungan.

“Di sinilah peran universitas menjadi tak tergantikan. FT UNM menghadirkan kapasitas penelitian multidisiplin yang mencakup teknik pertanian, geodesi dan teknik geospasial, teknik sipil perairan, dan analisis lingkungan, yang menjadi satu dalam sebuah tim untuk menghasilkan SID yang akurat, bertanggung jawab secara ilmiah, dan berorientasi pada keberlanjutan ekologis,” jelasnya. (*)

*Reporter: St. Masyita Rahmi

Berita Terkait

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah
Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung
Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50
Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah
FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional
Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita
Mahasiswa JTIK Raih Juara Dua Fotografi Pra-Peksimida 2026
Pemilihan Duta Kampus FT 2026 Resmi Dibuka
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:23 WITA

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:55 WITA

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:44 WITA

Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:40 WITA

Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah

Berita Terbaru

Potret Tim UNM Survei Lahan Cetak Sawah, (Foto: Ist.)

Fakultas Teknik

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:23 WITA

Potret Tim UNM Survei Lahan Cetak Sawah, (Foto: Ist.)

Fakultas Teknik

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:55 WITA

Potret Jajaran Panitia Bersama Mitra Kegiatan Inclusive Innovation Fair 2026, (Foto: Ist.)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Inclusive Innovation Fair 2026 Mahasiswa PKh FIP Integrasikan Praktik Kuliah

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:47 WITA

Potret Tiga Mahasiswi PKh FIP kenalkan inovasi Alat Baca Kata Berbasis Barcode, (Foto: Nur Syakika)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Mahasiswi PKh FIP Gagas Alat Baca Barcode untuk Cerebral Palsy

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:38 WITA

Foto bersama Para Mahasiswa Gelora, (Foto: Ist.)

Fakultas Ilmu Pendidikan

PGSD Gelar Gelora Final Project

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:38 WITA