Rektor UNM Soroti Pentingnya Kondusifitas Kampus di Tengah Dinamika Mahasiswa

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 15:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Suasana Upacara Puncak Dies Natalis ke-64 UNM, (Foto: Eka Septi Irianti.)

Potret Suasana Upacara Puncak Dies Natalis ke-64 UNM, (Foto: Eka Septi Irianti.)

PROFESI-UNM.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Karta menegaskan bahwa menjaga kondusifitas kampus merupakan Pekerjaan Rumah (PR) terbesar yang dihadapi saat ini. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada acara puncak Dies Natalis ke-64 UNM, yang diadakan di Balroom Lt 2 Phinisi UNM, Sabtu (02/08).

Ia menyampaikan bahwa mereka menyadari adanya riak-riak yang muncul di kalangan mahasiswa. Riak yang disebabkan oleh faktor politik maupun non-politik itu sering kali membuat mahasiswa mudah terpancing.

“Kami menyadari bahwa riak-riak yang muncul, baik karena faktor politik maupun non-politik, sering kali membuat mahasiswa mudah terpancing,” ujarnya.

Karta berjanji bahwa menjelang usia ke-64 UNM, upaya menjaga ketenangan kampus akan semakin ditingkatkan. Pihak kampus juga terus berupaya untuk meredam potensi konflik dengan pendekatan yang lebih memahami kebutuhan mahasiswa.

“Saya berjanji di ulang tahun ke 64, Insya Allah semakin berkurang. Ini sudah semakin berkurang karena kami mencoba memahami apa keinginan mahasiswa,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Muti, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta sejumlah anggota DPR Kota Makassar. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan tokoh masyarakat juga hadir, menunjukkan dukungan terhadap kemajuan UNM dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan pendidikan.

Baca Juga Berita :  Ketua HPMM Komisariat UNM Kecam Pelecehan Dosen FIS-H Terhadap Mahasiswa

Menutup sambutannya, Rektor UNM mengajak semua pihak untuk meninggalkan dikotomi antara kawasan timur dan barat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Kesetaraan akses dan perhatian terhadap perguruan tinggi di Indonesia timur harus menjadi agenda bersama.

“Kita berharap, bahwa klusterusasi timur barat ini sudah saatnya ditinggalkan terutama untuk bidang pendidikan,” harapnya.(*)

*Reporter: Nur Syakika

Berita Terkait

Koalisi Desak Polda Sulsel Buka Kembali Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Eks Rektor UNM
Pimpinan FIP Klarifikasi Polemik Senat PAW, Tunjukkan Dokumen Resmi
Dekan FIP Bantah Tuduhan Otoriter dalam Penetapan Senat PAW
Dosen FIS-H Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Kekerasan Seksual
Dosen FISH Terdakwa Pelaku Pelecehan Seksual ke Mahasiswa Dituntut 6 Tahun Penjara
Pasca Aksi Hardiknas, Puluhan Aparat Sisir UNM Usai Aksi Lanjutan OTK di Sekitar Kampus
Nama Plt Rektor Jadi Modus Penipuan Layanan Pekerti Batch 62
Lapangan FBS Licin Usai Hujan, Mahasiswa Kerap Terpeleset
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:54 WITA

Koalisi Desak Polda Sulsel Buka Kembali Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Eks Rektor UNM

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:42 WITA

Pimpinan FIP Klarifikasi Polemik Senat PAW, Tunjukkan Dokumen Resmi

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:31 WITA

Dekan FIP Bantah Tuduhan Otoriter dalam Penetapan Senat PAW

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:01 WITA

Dosen FIS-H Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Kekerasan Seksual

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dosen FISH Terdakwa Pelaku Pelecehan Seksual ke Mahasiswa Dituntut 6 Tahun Penjara

Berita Terbaru