PROFESI-UNM.COM – Beberapa Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat ini merasa dirisaukan karena almamater yang hingga saat ini belum tersedia dari pihak kampus. Mereka diwajibkan membayar meskipun stok almamater di loket UNM kosong.
Salah satu Maba mengeluhkan dirinya telah mengantri berjam-jam, namun akhirnya stok habis. Padahal, pihak pengelola sebelumnya mengatakan bahwa stok tersedia dalam jumlah banyak pada hari itu. Akhirnya, ia hanya diberi kwitansi pembayaran sambil menunggu stok kembali tersedia.
“Saya sudah antri dari pagi demi almamater dan dasi, karena katanya stoknya banyak hari itu. Tapi ujung-ujungnya tetap tidak kebagian, stok ukuran S dan M sudah habis. Karena sudah kehabisan, saya membayar dulu dan diberi kwitansi oleh pengelola,” keluhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maba lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ia merasa telah menunggu lama, namun barang yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Capek menunggu barangnya, tapi saat datang, bahan almamaternya sangat kaku, dan jahitan dasinya juga miring-miring,” tuturnya dengan penuh kecewa.
Menanggapi hal ini, Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan, Arifin Manggau, mengonfirmasi almamater yang dibutuhkan mahasiswa dan sudah habis stoknya memang diberikan kwitansi oleh pengelola sebagai tanda bukti sambil menunggu stok kembali tersedia. Ia juga memastikan almamater Maba akan diberikan sebelum PKKMB mendatang.
“Mereka diberikan kwitansi karena ukuran yang mereka butuhkan habis, jadi diharapkan menunggu barang yang sudah dipesan dari Jawa sesuai ukuran. Barang tersebut dipastikan akan tiba sebelum PKKMB karena pengelola juga memiliki beban moral yang tinggi,” jelasnya, Jumat (25/7).
Meski begitu, para Maba berharap agar almamater dan dasi tersedia sehingga proses pengambilan dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan kekecewaan dan kerugian waktu. Mereka juga menginginkan agar pihak kampus lebih transparan dalam menginformasikan ketersediaan barang. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







