Antrean Panjang dan Stok Kosong, Mahasiswa Baru Hanya Kantongi Kwitansi

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Hotel La Macca, Tempat Pengambilan Almamater Mahasiswa Baru UNM, (Foto:int.)

Potret Hotel La Macca, Tempat Pengambilan Almamater Mahasiswa Baru UNM, (Foto:int.)

PROFESI-UNM.COM – Beberapa Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat ini merasa dirisaukan karena almamater yang hingga saat ini belum tersedia dari pihak kampus. Mereka diwajibkan membayar meskipun stok almamater di loket UNM kosong.

Salah satu Maba mengeluhkan dirinya telah mengantri berjam-jam, namun akhirnya stok habis. Padahal, pihak pengelola sebelumnya mengatakan bahwa stok tersedia dalam jumlah banyak pada hari itu. Akhirnya, ia hanya diberi kwitansi pembayaran sambil menunggu stok kembali tersedia.

“Saya sudah antri dari pagi demi almamater dan dasi, karena katanya stoknya banyak hari itu. Tapi ujung-ujungnya tetap tidak kebagian, stok ukuran S dan M sudah habis. Karena sudah kehabisan, saya membayar dulu dan diberi kwitansi oleh pengelola,” keluhnya.

Maba lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ia merasa telah menunggu lama, namun barang yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Capek menunggu barangnya, tapi saat datang, bahan almamaternya sangat kaku, dan jahitan dasinya juga miring-miring,” tuturnya dengan penuh kecewa.

Menanggapi hal ini, Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan, Arifin Manggau, mengonfirmasi almamater yang dibutuhkan mahasiswa dan sudah habis stoknya memang diberikan kwitansi oleh pengelola sebagai tanda bukti sambil menunggu stok kembali tersedia. Ia juga memastikan almamater Maba akan diberikan sebelum PKKMB mendatang.

Baca Juga Berita :  Alumni UNM Keluhkan Beberapa Data PDDikti Keliru

“Mereka diberikan kwitansi karena ukuran yang mereka butuhkan habis, jadi diharapkan menunggu barang yang sudah dipesan dari Jawa sesuai ukuran. Barang tersebut dipastikan akan tiba sebelum PKKMB karena pengelola juga memiliki beban moral yang tinggi,” jelasnya, Jumat (25/7).

Meski begitu, para Maba berharap agar almamater dan dasi tersedia sehingga proses pengambilan dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan kekecewaan dan kerugian waktu. Mereka juga menginginkan agar pihak kampus lebih transparan dalam menginformasikan ketersediaan barang. (*)

*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa

Berita Terkait

Dosen FIS-H Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Kekerasan Seksual
Dosen FISH Terdakwa Pelaku Pelecehan Seksual ke Mahasiswa Dituntut 6 Tahun Penjara
Pasca Aksi Hardiknas, Puluhan Aparat Sisir UNM Usai Aksi Lanjutan OTK di Sekitar Kampus
Nama Plt Rektor Jadi Modus Penipuan Layanan Pekerti Batch 62
Lapangan FBS Licin Usai Hujan, Mahasiswa Kerap Terpeleset
Dekan FISH Kembali Tegaskan Tak Ingin Lantik Pengurus BEM dan Maperwa
Mantan Presiden BEM Nilai Keputusan Maperwa Inkonstitusional
Pasca Pemberhentian, Mantan Presiden BEM Suarakan Integritas, Independensi, dan Idealitas Mahasiswa
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:01 WITA

Dosen FIS-H Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Kekerasan Seksual

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dosen FISH Terdakwa Pelaku Pelecehan Seksual ke Mahasiswa Dituntut 6 Tahun Penjara

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:47 WITA

Pasca Aksi Hardiknas, Puluhan Aparat Sisir UNM Usai Aksi Lanjutan OTK di Sekitar Kampus

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:40 WITA

Nama Plt Rektor Jadi Modus Penipuan Layanan Pekerti Batch 62

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:45 WITA

Lapangan FBS Licin Usai Hujan, Mahasiswa Kerap Terpeleset

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama Tim PPK Ormawa Himanika dan Pimpinan Fakultas (Foto: Int).

Fakultas Teknik

Lepas Tim PPK Ormawa, FT Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 23 Jun 2026 - 20:23 WITA