PROFESI-UNM.COM – Mahasiswi Program Studi Teknologi Pendidikan angkatan 2023, Nurul Aisyah, berhasil meraih juara I dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2026 yang diadakan oleh Talenta FIP UNM, (28-29/3).
Aisyah mengungkapkan bahwa pencapaiannya tidak diraih secara instan. Ia membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mengumpulkan berbagai capaian unggulan yang menjadi komponen penilaian dalam Pilmapres.
“Perlu waktu dua tahun lebih untuk mengisi capaian unggulan, serta beberapa hari untuk menyusun gagasan kreatif dan mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama menjadi mahasiswi, Aisyah aktif menorehkan berbagai prestasi di bidang akademik dan non-akademik. Ia pernah meraih juara harapan II lomba media pembelajaran non-digital tingkat nasional, serta juara III lomba pitching tingkat Kota Makassar.
Mahasiswa TP Puncaki Pilmapres Tingkat Jurusan
“Saya pernah meraih juara harapan 2 lomba media pembelajaran non digital tingkat nasional oleh Universitas Negeri Malang tahun 2024. Saya juga meraih juara 3 lomba pitching tingkat kota makassar yang oleh jurusan bisnis digital dari seluruh universitas yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.
Selain itu, ia juga terpilih sebagai delegasi Provinsi Sulawesi Selatan dalam ajang Putra Putri Cendikiawan tingkat nasional 2024, serta mengikuti lomba debat nasional oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 2023.
Tidak hanya berprestasi, Aisyah juga aktif dalam kegiatan organisasi dan kepanitiaan. Ia pernah menjadi ketua panitia dalam kegiatan International Conference AI for Education tingkat internasional pada 2025. Selain itu, memimpin berbagai pelatihan di bidang digital learning bagi guru dan mahasiswa.
“Saya juga pernah menjadi ketua panitia dengan mengadakan kegiatan international conference AI for Education tingkat internasional pada tahun 2025. Sebanyak lebih dari 3.000 peserta yang mengikuti kegiatan tersebu . Mengadakan pelatihan Digital Learning with AI tingkat Nasional dan sebanyak 200 peserta yang mengikuti mulai dari guru dan mahasiswa yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Dalam proses seleksi Pilmapres, penilaian tersebut berdasarkan gagasan kreatif sebesar 35 persen, capaian unggulan 35 persen. Selain itu, video presentasi berbahasa Inggris sebesar 30 persen.
Meski menghadapi persaingan yang ketat, Aisyah mengaku sempat merasa pesimis melihat kemampuan peserta lain. Namun, hasil seleksi menunjukkan bahwa usaha yang ia lakukan membuahkan hasil, dengan meraih juara satu di tingkat jurusan.
“Saya sempat pesimis, tapi pada saat hasil penyeleksian diumumkan. Saya menyadari bahwa kerja keras dan usaha yang telah saya lakukan membuktikan bahwa saya bisa berada di posisi ini,” tutupnya.(*)
*Reporter: Nur Syakika







