PROFESI-UNM.COM – Reski Abadi resmi terpilih sebagai Formatur Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026–2027. Penetapan tersebut berlangsung pada Musyawarah Mahasiswa (Musmah) XVII di Villa Fira Malino, 22–24 Mei 2026.
Reski mengaku merasakan berbagai emosi setelah menerima amanah tersebut. Ia merasa bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang mahasiswa Pendidikan IPS berikan. Namun, ia juga menyadari tanggung jawab besar yang menanti selama masa kepengurusan.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan teman-teman mahasiswa Pendidikan IPS. Ada rasa haru karena perjuangan sampai di titik ini diapresiasi. Di sisi lain, saya langsung memikirkan langkah besar yang akan dibawa untuk HMPS Pendidikan IPS ke depannya. Intinya, saya siap dan bersemangat memulai perjalanan ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reski menilai amanah tersebut bukan sekadar jabatan. Baginya, posisi ketua umum menjadi ruang belajar sekaligus bentuk pengabdian kepada mahasiswa.
“Bagi saya pribadi, amanah ini bukan sekadar tentang jabatan atau gelar ketua, melainkan ruang untuk belajar dan mengabdi,” katanya.
Ia juga membawa visi untuk menjadikan HMPS Pendidikan IPS sebagai pusat gerakan mahasiswa yang progresif dan berdampak. Menurutnya, organisasi perlu menghadirkan ruang yang terbuka bagi seluruh mahasiswa.
“Mewujudkan Himpunan Mahasiswa IPS sebagai pusat gerakan mahasiswa yang progresif, kolaboratif, kritis, solutif, dan inklusif, serta menjadi wadah aspirasi yang berlandaskan tanggung jawab sosial guna menciptakan kebersamaan yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya.
Pimpin HMPS Pendidikan IPS, Ketua Terpilih Mulai Petakan Tantangan Organisasi
Reski juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi HMPS Pendidikan IPS ke depan. Menurutnya, mempertahankan eksistensi organisasi di tengah perubahan zaman menjadi tantangan besar. Ia juga menilai komitmen dan konsistensi pengurus perlu terjaga selama menjalankan roda organisasi.
“Tantangan terbesar saat ini adalah mempertahankan eksistensi organisasi di tengah perubahan zaman dan menjaga komitmen serta konsistensi pengurus. Terkadang, rasa jenuh atau kesibukan akademik bisa menurunkan semangat berorganisasi. Kita akan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dan kekeluargaan sejak awal kepengurusan,” ungkapnya.
Pada akhir wawancara, Reski mengajak seluruh mahasiswa Pendidikan IPS untuk terlibat aktif dalam perjalanan kepengurusan mendatang. Menurutnya, keberhasilan organisasi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh mahasiswa.
“HMPS ini bukan milik saya atau pengurus saja, tetapi milik kita bersama seluruh mahasiswa Pendidikan IPS. Kepengurusan periode 2026–2027 tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan, kritik yang membangun, dan partisipasi aktif dari teman-teman semua. Mari saling merangkul, berkolaborasi, dan bergerak bersama demi membawa nama Pendidikan IPS FIS-H UNM semakin jaya dan berprestasi,” tutupnya. (*)
*Reporter: Rosdiana







