Pelatihan Konselor Sebaya Batch 3 UPA BK Bekali Mahasiswa Jadi Ruang Aman di Kampus

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Plt. Rektor UNM saat Membuka Kegiatan Pelatihan Konselor Sebaya Batch 3, (Foto: Ist.)

Potret Plt. Rektor UNM saat Membuka Kegiatan Pelatihan Konselor Sebaya Batch 3, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pelatihan Konselor Sebaya Batch 3 pada 20–21 Mei. Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan mahasiswa yang nantinya akan bertugas sebagai konselor sebaya di setiap fakultas.

Pelatihan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami dasar-dasar konseling, tetapi juga mampu menjadi pendengar yang baik, memahami tanpa menghakimi, dan menghadirkan ruang aman bagi sesama mahasiswa di lingkungan kampus.

Pembukaan kegiatan ini langsung oleh Plt. Rektor UNM, Farida Patittingi, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan layanan konseling dan kepedulian terhadap kesehatan mental mahasiswa.

“Kehadiran konselor sebaya di lingkungan kampus sangat penting sebagai ruang saling mendengar, saling memahami, dan saling menguatkan antar mahasiswa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Farida mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di fakultas masing-masing.

“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi bekal untuk membantu teman-teman yang membutuhkan dukungan emosional maupun psikologis,” tuturnya.

Pada saaat pembukaan, Farida membacakan surat berjudul Untuk Diriku. Momen tersebut membuat Farida menangis dan menyentuh para peserta yang hadir dalam kegiatan.

Baca Juga Berita :  Menilai Janji Dekan FIP UNM Soal Wi-Fi Kampus

“Menjadi pendengar yang baik adalah langkah awal untuk menghadirkan rasa aman bagi orang lain, karena terkadang seseorang hanya membutuhkan tempat untuk didengar,” ungkapnya.

Pelatihan hari pertama menghadirkan sejumlah materi, seperti keterampilan Helping Konselor Sebaya dalam pencegahan masalah kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, Identifikasi Permasalahan di Kampus, khususnya isu kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, pada hari kedua peserta akan mempelajari materi Mengenal dan Mengenali Emosi, Keterampilan Dasar Komunikasi. Selain itu, Dukungan Psikologis Awal, Pendekatan Kelompok dalam Konseling Sebaya, hingga Praktik Konseling Sebaya. (*)

*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri

Berita Terkait

Mahasiswi FIS-H Raih Juara 2 Lomba Poster Infografis Nasional Public Nations 2026
Menteri Diktisaintek Ingatkan ASN Baru Utamakan Integritas dan Pelayanan Publik
Eksplodiksi 2026 Ditutup, IKBIM KIP UNM Perkuat Semangat Pengabdian Masyarakat
Mendiktisaintek sebut Perguruan Tinggi Harus Bertransformasi Menjadi Kampus Berdampak
Plt Rektor Tekankan Transparansi dan Integritas dalam Pelaksanaan Seleksi Mandiri 2026
Seminar Hasil dan TM Tandai Tahap Akhir PMP-OMK XXIX
Dua Hari Jelang Pelaksanaan, HMJ PGSD Bone Siapkan UNITY SPACE untuk Satukan Visi Organisasi
Seleksi Internal MTQ dan MHQ 2026 Resmi Dibuka, Tiga Peserta Terbaik Lolos ke Tingkat Nasional
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:57 WITA

Mahasiswi FIS-H Raih Juara 2 Lomba Poster Infografis Nasional Public Nations 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:45 WITA

Menteri Diktisaintek Ingatkan ASN Baru Utamakan Integritas dan Pelayanan Publik

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:38 WITA

Eksplodiksi 2026 Ditutup, IKBIM KIP UNM Perkuat Semangat Pengabdian Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WITA

Mendiktisaintek sebut Perguruan Tinggi Harus Bertransformasi Menjadi Kampus Berdampak

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:13 WITA

Plt Rektor Tekankan Transparansi dan Integritas dalam Pelaksanaan Seleksi Mandiri 2026

Berita Terbaru