PROFESI-UNM.COM – Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengukir prestasi internasional. Mereka berhasil meraih Gold Medal dan Favorite Video Award pada International Walisongo Science Competition (IWSC) 2026.
Ajang kompetisi tingkat internasional ini terselenggara oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Tim UNM berkompetisi pada kategori Scientific Paper bidang Innovation Start-Up Information Technology.
Tim ini dipimpin oleh Miftah Nurrazzaq dari Program Studi Pendidikan Matematika ICP. Ia beranggota Nur Syazwana, Assyaikha Maulidaputri Muhlis, dan Andi Azizah Lathifa di bawah bimbingan Muhammad Ammar Naufal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung inovasi berupa platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan bernama MathLingo AI. Inovasi ini menggabungkan pembelajaran matematika dengan peningkatan kemampuan bahasa Inggris spesifik matematika (Mathematical English Proficiency).
Miftah Nurrazzaq menjelaskan alasan utama timnya memilih dan merancang topik inovasi tersebut. Pihaknya melihat banyak siswa menghadapi kendala saat membaca soal matematika berbahasa Inggris.
”Banyak siswa sebenarnya memahami konsep matematika. Namun, mereka kesulitan saat soal atau istilah matematika menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya.
MathLingo AI menawarkan berbagai fitur unggulan untuk membantu para siswa belajar. Melalui fitur-fitur tersebut menyediakan AI Tutor, Mathematical English Vocabulary, learning analytics, hingga adaptive learning. Sepuluh validator ahli telah menguji dan menyatakan platform ini memiliki tingkat validitas tinggi.
Proses pengembangan karya ini membutuhkan diskusi panjang dan beberapa kali revisi. Tim harus menyatukan ide agar platform benar-benar fokus pada pemahaman istilah matematika berbahasa Inggris.
”Tantangan terbesarnya adalah menyatukan ide dalam tim. Kami ingin membuat inovasi yang benar-benar spesifik,” jelasnya.
Melalui keberhasilan ini, Miftah dan timnya berharap platform MathLingo AI bisa mendapatkan pendanaan. Langkah tersebut bertujuan agar mereka dapat mengimplementasikan platform secara langsung dalam pembelajaran di kelas.
”Kami berharap MathLingo AI tidak berhenti sebagai karya kompetisi. Kami ingin platform ini berkembang dan memberikan dampak nyata bagi siswa,” tutupnya. (*)
*Reporter: Febrianingsing Alsa Putri







