MOOCs dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Blended Learning

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 18:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Nurhikma Membawakan Materi MOOCs dan Gamifikasi dalam Blended Learning melaui Zoom, (Foto: Nur Awalul Nisa)

Potret Nurhikma Membawakan Materi MOOCs dan Gamifikasi dalam Blended Learning melaui Zoom, (Foto: Nur Awalul Nisa)

PROFESI-UNM.COM – Seminar bertema “Model Massive Open Online Courses (MOOCs) dan Strategi Gamification untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Metakognisi Siswa dalam Blended Learning” dilaksanakan melalui Zoom jam 15.30 hingga 18.00, Minggu (14/12).

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Nurhikma, Guru Besar Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai pemateri pertama dan Felix Pasila sebagai pemateri kedua. Nurhikma merupakan asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK) serta asesor Pendidikan Dasar dan Menengah (PDM).

Era digital, tantangan dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan metakognisi siswa semakin kompleks. Seminar ini hadir untuk memberikan solusi bagaimana memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam blended learning.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sesi pertama, Nurhikma membahas konsep MOOCs sebagai pembelajaran terbuka dan masif yang dapat diakses banyak orang di seluruh dunia. Nurhikma menjelaskan bahwa platform ini sudah dikembangkan dan diuji coba di beberapa sekolah menengah.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa FT UNM Ciptakan Listrik Melalui Sel Surya untuk Pedesaan

“MOOCs yang kami kembangkan sudah kami uji cobakan di beberapa sekolah menengah. Jadi, bisa diakses oleh semua siswa dari mana saja,” ungkapnya.

Nurhikma juga menjelaskan tentang gamifikasi dalam pembelajaran. Menurutnya, gamifikasi menggunakan elemen permainan dalam konteks nonpermainan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

“Gamifikasi itu menggunakan elemen permainan dalam konteks nonpermainan. Jadi, bukan dalam bentuk permainan, tapi kita menggunakan elemen yang ada dalam permainan tersebut yang kemudian kita adaptasi ke dalam pembelajaran,” jelasnya.

Nurhikma memberikan contoh penerapan gamifikasi seperti sistem poin, level, tantangan, papan peringkat, serta pemberian reward kepada siswa. Nurhikma menyebut bahwa guru sebenarnya sudah sering menerapkan elemen gamifikasi, seperti memberikan bintang kepada siswa sebagai bentuk penghargaan.

Baca Juga Berita :  Tim PKM Psikologi Latih Personal Branding di SMKN 5 Makassar

Dalam seminar tersebut, Nurhikma juga memperkenalkan platform MOOCs Finish Education yang telah dikembangkan timnya. Platform ini menyediakan pembelajaran untuk semua mata pelajaran SMP dan dapat diakses secara gratis oleh sekolah-sekolah yang berminat.

“Kami sudah melakukan pelatihan di Toraja, Makassar, dan Kabupaten Sinjai. Platform ini gratis karena memang kami siapkan untuk sekolah-sekolah,” tambahnya.

Nurhikma menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di era Society 5.0. Menurutnya, guru perlu mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital karena sumber belajar tidak lagi terbatas pada guru saja.

Seminar ini mendapat antusiasme tinggi dengan 173 peserta yang bergabung melalui Zoom. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada guru dan dosen tentang pemanfaatkan teknologi dalam pembelajaran modern. (*)

*Reporter: Nur Awalul Nisa
*Editor: Muhammad Fauzan Akbar

Berita Terkait

Public Smart Dispenser Dikembangkan Jadi Pusat Layanan Digital Kampus
Atasi Keterbatasan Lahan, Dosen Teknik Elektro Kembangkan Pertanian Perkotaan Berbasis IoT
Inovasi SINAR Hadirkan Layanan Akademik Satu Pintu  di Ilmu  Administrasi Negara
GDGoC UNM Kenalkan Komunitas Teknologi melalui Info Session
Tim PKM-RSH UNM Lakukan Preventif Kekerasan Seksual Lewat Smart Comic Berbasis Kearifan Lokal
Mahasiswa UNM Ciptakan Smart Lab Berbasis IoT, Hemat Energi dan Efisien
Kemajuan Audit Internal dengan Aplikasi A Quality
Inovasi Smart Tekstil Circuit untuk Tingkatkan Kemandirian Disabilitas
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Public Smart Dispenser Dikembangkan Jadi Pusat Layanan Digital Kampus

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:59 WITA

Atasi Keterbatasan Lahan, Dosen Teknik Elektro Kembangkan Pertanian Perkotaan Berbasis IoT

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:06 WITA

Inovasi SINAR Hadirkan Layanan Akademik Satu Pintu  di Ilmu  Administrasi Negara

Senin, 15 Desember 2025 - 18:21 WITA

MOOCs dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Blended Learning

Senin, 27 Oktober 2025 - 22:23 WITA

GDGoC UNM Kenalkan Komunitas Teknologi melalui Info Session

Berita Terbaru

Foto Penyerahan Palu Sidang UKM LPM Penalaran di Rumah Adat Luwu, Benteng Somba Opu, (Foto: Ist.)

LPM Penalaran UNM

LPM Penalaran Buka Ruang Kritik untuk Benahi Kepengurusan

Minggu, 9 Agu 2026 - 16:33 WITA

Potret Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, (Foto: Int.)

Pilrek

Rekam Jejak Kuat, WR 1 Masuk Bursa Calon Rektor

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:15 WITA

Fakultas Ilmu Pendidikan

Dekan FIP UNM Nilai Calon Rektor Harus Punya Rekam Jejak Kepemimpinan yang Baik

Minggu, 9 Agu 2026 - 02:36 WITA