PROFESI-UNM.COM – Seminar bertema “Model Massive Open Online Courses (MOOCs) dan Strategi Gamification untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Metakognisi Siswa dalam Blended Learning” dilaksanakan melalui Zoom jam 15.30 hingga 18.00, Minggu (14/12).
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Nurhikma, Guru Besar Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai pemateri pertama dan Felix Pasila sebagai pemateri kedua. Nurhikma merupakan asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK) serta asesor Pendidikan Dasar dan Menengah (PDM).
Era digital, tantangan dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan metakognisi siswa semakin kompleks. Seminar ini hadir untuk memberikan solusi bagaimana memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam blended learning.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada sesi pertama, Nurhikma membahas konsep MOOCs sebagai pembelajaran terbuka dan masif yang dapat diakses banyak orang di seluruh dunia. Nurhikma menjelaskan bahwa platform ini sudah dikembangkan dan diuji coba di beberapa sekolah menengah.
“MOOCs yang kami kembangkan sudah kami uji cobakan di beberapa sekolah menengah. Jadi, bisa diakses oleh semua siswa dari mana saja,” ungkapnya.
Nurhikma juga menjelaskan tentang gamifikasi dalam pembelajaran. Menurutnya, gamifikasi menggunakan elemen permainan dalam konteks nonpermainan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
“Gamifikasi itu menggunakan elemen permainan dalam konteks nonpermainan. Jadi, bukan dalam bentuk permainan, tapi kita menggunakan elemen yang ada dalam permainan tersebut yang kemudian kita adaptasi ke dalam pembelajaran,” jelasnya.
Nurhikma memberikan contoh penerapan gamifikasi seperti sistem poin, level, tantangan, papan peringkat, serta pemberian reward kepada siswa. Nurhikma menyebut bahwa guru sebenarnya sudah sering menerapkan elemen gamifikasi, seperti memberikan bintang kepada siswa sebagai bentuk penghargaan.
Dalam seminar tersebut, Nurhikma juga memperkenalkan platform MOOCs Finish Education yang telah dikembangkan timnya. Platform ini menyediakan pembelajaran untuk semua mata pelajaran SMP dan dapat diakses secara gratis oleh sekolah-sekolah yang berminat.
“Kami sudah melakukan pelatihan di Toraja, Makassar, dan Kabupaten Sinjai. Platform ini gratis karena memang kami siapkan untuk sekolah-sekolah,” tambahnya.
Nurhikma menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di era Society 5.0. Menurutnya, guru perlu mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital karena sumber belajar tidak lagi terbatas pada guru saja.
Seminar ini mendapat antusiasme tinggi dengan 173 peserta yang bergabung melalui Zoom. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada guru dan dosen tentang pemanfaatkan teknologi dalam pembelajaran modern. (*)
*Reporter: Nur Awalul Nisa
*Editor: Muhammad Fauzan Akbar







