PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Jurusan Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Seminar Pengelolaan Sampah di Balai Karyawan PT PP Pallangisang Estate, Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kesadaran Masyarakat Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Demi Masa Depan Desa Tamatto”. Program ini bertujuan mendidik warga tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan barang bekas, hingga pengembangan bank sampah.
Seminar ini menghadirkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta komunitas Kebun Bersama sebagai narasumber. Keduanya membawakan materi seputar perubahan pola pikir, teknik pemilahan sampah rumah tangga, dan peluang ekonomi. Edukasi ini diharapkan mampu membuka wawasan warga dalam mengolah limbah secara mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini menghadirkan tokoh agama, pengurus RT/RW, PKK, BUMDes, komunitas lokal, hingga mahasiswa KKN UNIVERAL. Di samping itu, dukungan penuh dari PT PP London Sumatera turut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan seminar tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap isu lingkungan.
Pemanfaatan Sampah Organik Jadi Pupuk
Selain materi, mahasiswa juga menggelar demonstrasi langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah dapur. Selain itu, Mahasiswa mengajak warga mengolah limbah organik menjadi pupuk tanaman yang memiliki nilai guna serta daya jual.
Langkah ini menjadi solusi praktis untuk mengurangi penumpukan sampah di tingkat rumah tangga. Koordinator Desa KKN Tematik UNM, Muhammad Amal Ma Ruf, menegaskan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan seminar ini.
“Seminar ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun kebiasaan baik dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Kepala Dusun Desa Tamatto, Muhammad Dirham, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa UNM. Ia menilai edukasi tersebut menjadi pemantik semangat untuk merintis kembali program bank sampah desa.
“Edukasi yang mahasiswa berikan membuka kembali ide dan inovasi dalam pengembangan bank sampah di Desa Tamatto,” ungkapnya.
Dengan demikian, melalui sinergi seluruh pihak, KKN Tematik UNM berharap Desa Tamatto dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Juga, kolaborasi berkelanjutan ini menjadi kunci utama menuju desa yang mandiri serta peduli lingkungan.(*)
*Reporter: Nadia Miftha Buata







