Mahasiswa FT UNM Ciptakan Listrik Melalui Sel Surya untuk Pedesaan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 26 Maret 2017 - 07:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Riska Ardila dan Akram Tuhira menciptakan sebuah listrik dengan merakit perangkat sel surya (solar cell). Hal ini diperuntukkan bagi sejumlah pedesaan yang masih memiliki akses listrik terbatas.

Solar cell buatan mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin ini dikombinasikan dengan mesin pompa air. Sehingga  alat tersebut dapat mengalirkan listrik sekaligus air bersih langsung ke rumah warga. Riska Ardila mengatakan, solar cell saat ini masih belum banyak dilirik industri, apalagi di pedesaaan.

Padahal, solar cell yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi memiliki kelebihan tersendiri.  Kelebihan tersebut berupa jumlahnya yang besar dan tidak menyebabkan polusi udara sehingga alat ini ini dinilai  ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak bumi sebagai sumber energi utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali daerah yang terpencil yang tidak tersuplai aliran listrik dari PLN,maka pengembangan solar cell untuk desa sangat bermanfaat,” katanya, Minggu (26/2).

Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2012 ini menambahkan, karya yang dihasilkan sangat efisien karena tidak memerlukan transmisi energi. Tidak hanya itu, alat ini dinilai sangat bermanfaat bila diaplikasikan di wilayah terpencil. “Karya kami sangat efisien, warga tidak lagi susah mengambil air dengan ember maupun jerigen,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Listrik FIP UNM Padam Dua Minggu, Mahasiswa Gerah dan Kesal

Riska pun menjelaskan, pada alat yang diciptakan terdapat beberapa komponen utama yang memiliki fungsi yang  saling berkaitan. Di antaranya, panel surya yang berfungsi untuk menangkap cahaya yang selanjutnya diubah  menjadi energi listrik, Solar Charge Controller yang mengatur arus untuk pengisian ke baterai/aki, dengan adanya  alat juga dapat membuat semua komponen aman, Inverter yang mengubah tegangan DC (Direct Current) dari tenaga surya menjadi sistem tegangan AC (Alternating Current) yang nilai tegangannya dapat diatur sesuai dengan  kebutuhan.

Sementara itu, di dalam baterai/aki berlangsung proses perubahan kimia menjadi energi listrik dan sebagai tempat  untuk menyimpan sumber tenaga listrik yang dihasilkan, dan terakhir ialah mesin pompa. “Ada lima bagian utama.  Pada alat ini solar cellnya kami mengambil ukuran 70×30 cm, ini masih bisa diubah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Dan untuk ukuran tersebut sudah menghasikan energi sebanyak 12 giga watt,” jelasnya.

Ia pun menuturkan, penggunakan solar cell tidak hanya dapat digunakan pada skala besar, namun alat ini dapat  digunakan langsung oleh warga di rumahnya masing-masing. “Inikan disesuaikan dengan kebutuhan warga, ada juga ukuran yang dapat dipasang di rumah warga, tapi untuk solar cell yang ini digunakan jika jarak antar rumah warga berjauhan,” tuturnya.

Baca Juga Berita :  Ini Ketua Terpilih Himpunan Mahasiswa Fisika UNM

Perkembangan solar cell saat ini memang mulai menunjukkan geliat yang maju, hal ini tidakterlepas dari  kepedulian akan penggunakan bahan bakar fosil yang dinilai sudah berkurang. “Beberapa negara maju sudah  mewajibkan penggunakan solar cell. Kami juga menginginkan hal yang seperti itu, supaya masyarakat Indonesia  tidak lagi bergantung pada BBM,” nilainya.

Hingga saat ini, mereka tengah mengembangkan karya yang diciptakan agar dapat digunakan secara massal. Perbaikan demi perbaikan dilakukan, tujuannya untuk meningkatkan kerja alat.

“Tetap kami akan mengembangkan alat ini. Karya ini sudah diuji coba di beberapa tempat dan hasilnya cukup memuaskan. Sekarang kami tengah mencari rekan yang dapat membantu menyalurkan alat ini sampai kedaerah pedesaan. Apalagi harga alat ini bisa dijangkau untuk mssyarakat pedesaan,” pungkasnya. (*)


*Reporter: Resa Saputra

Berita Terkait

FT UNM Lepas 135 Wisudawan, 80 Raih Predikat Cumlaude
PLT Rektor UNM Ajak Lulusan FT Terus Bertumbuh dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Mahasiswa FT Raih Juara 1 di Lomba 3 Minute Speech Contest
Sekjur JTIK Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan Mahasiswa pada Kegiatan ICE SPORT
Dewan Pembina HIMATIK FT Dorong Mahasiswa Seimbang dalam Akademik dan Nonakademik
Outbound FT Perkuat Kapasitas dan Kolaborasi Tenaga Kependidikan
Lepas Tim PPK Ormawa, FT Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berkelanjutan
Inovasi SINAR Hadirkan Layanan Akademik Satu Pintu  di Ilmu  Administrasi Negara
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:52 WITA

FT UNM Lepas 135 Wisudawan, 80 Raih Predikat Cumlaude

Senin, 13 Juli 2026 - 14:46 WITA

PLT Rektor UNM Ajak Lulusan FT Terus Bertumbuh dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:03 WITA

Sekjur JTIK Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan Mahasiswa pada Kegiatan ICE SPORT

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:46 WITA

Dewan Pembina HIMATIK FT Dorong Mahasiswa Seimbang dalam Akademik dan Nonakademik

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:56 WITA

Outbound FT Perkuat Kapasitas dan Kolaborasi Tenaga Kependidikan

Berita Terbaru

Potret Dekan Fakultas Teknik, Jamaludin, memberikan Sambutan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT UNM Lepas 135 Wisudawan, 80 Raih Predikat Cumlaude

Senin, 13 Jul 2026 - 14:52 WITA

Pamflet Pendaftaran Sayembara Karya 2025, (Foto:Ist)

Fakultas Bahasa dan Sastra

Genesis 25 FBS Buka Sayembara Karya Jelang Inaugurasi Angkatan

Minggu, 12 Jul 2026 - 23:14 WITA

Pamflet Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri 2026 Gelombang 2 FBS UNM, (Foto:Int)

Fakultas Bahasa dan Sastra

Kouta Terbatas! Fakultas Bahasa dan Sastra Buka Seleksi Jalur Mandiri Gelombang Dua

Minggu, 12 Jul 2026 - 22:52 WITA