PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Kota Makassar bersama Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat (HMI Koorkom) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan A.P. Pettarani, tepatnya di depan Menara Phinisi UNM, Rabu (11/2).
Dalam aksi tersebut, Jenderal Lapangan Diki Prasetyo menyampaikan pernyataan sikap di hadapan massa aksi. Pihaknya meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek).
“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Mendikti Saintek,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan bahwa permintaan tersebut merupakan bentuk aspirasi yang lahir dari keresahan mahasiswa terhadap kebijakan yang bermasalah. Pihaknya menduga terdapat sejumlah hal yang menjadi urgensi publik dan perlu segera pemerintah bergerak.
“Kami menduga ada beberapa hal yang menjadi urgensi publik. Kami melihat Mendiktisaintek telah melanggar Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024. Selain itu, diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi Tahun 2025 tentang Kementerian Negara yang melarang rangkap jabatan, ” ungkapnya.
Massa aksi turut meminta pengusutan tuntas dugaan cawe-cawe di sejumlah perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur. Mereka juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera mengaudit Mendikti Saintek, Profesor Brian Yuliarto, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
“Kami mendesak untuk segera menuntut tuntas cawe-cawe Mendiktisaintek di seluruh Perguruan tinggi yang ada di Indonesia Timur. Kami menuntut (BPK) untuk segera mengaudit Mendiktisaintek, dalam hal ini Profesor Brian Yuliarto yang kami duga terindikasi tindak pidana korupsi terkait dengan anggaran di sektor pendidikan tinggi,” pangkasnya.
Terakhir, massa aksi juga menegaskan bahwa pihaknya siap kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pihak terkait.
“Kami tegaskan bahwa jika tidak ada itikad baik dan pengindahan dari isu yang kami bawa, maka gelombang perlawanan yang lebih besar akan selalu hadir di kota Makassar,” tutupnya.(*)
*Reporter: Ade Kurniawan







