PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Elektronika (HIMANIKA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Program yang diusung berjudul HORTI-SMART SYSTEM: Irigasi Pintar Berbasis Tenaga Surya dan Penyiraman Otomatis Guna Optimalisasi Lahan Hortikultura Perbukitan Desa Gunung Silanu.
Program ini berfokus pada pengembangan sistem irigasi hemat energi untuk mendukung sektor pertanian hortikultura di Desa Gunung Silanu, Kabupaten Jeneponto. Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026, dimulai dari tahap identifikasi masalah mitra, perencanaan, pelatihan, pemasangan dan uji coba teknologi, hingga penyusunan buku panduan operasional dan evaluasi.
Ketua tim, Sri Angga, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa dasar. Menurutnya, desa tersebut menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian hortikultura, terutama di wilayah perbukitan yang memiliki keterbatasan air saat musim kemarau. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi energi tenaga surya yang tinggi, sumber mata air yang berlimpah dari DAS Parangbenrong dan sumur perkebunan, serta merupakan penyuplai sayur-sayuran terbesar di pasar tradisional Kecamatan Bangkala,” ungkapnya.
Sri Angga juga menekankan bahwa solusi yang ditawarkan lahir dari proses kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan. Tim telah melakukan serangkaian kegiatan lapangan, termasuk audiensi dengan Pemerintah Desa Gunung Silanu pada 7 Februari 2026 dan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto pada 13 Februari 2026.
Selain itu, Angga juga menjelaskan terkait proses penyusunan proposal. Ia menyebut identifikasi kebutuhan masyarakat sebagai tantangan terbesar yang dihadapi tim.
“Tantangan terbesar adalah melakukan identifikasi potensi, masalah, dan kebutuhan masyarakat secara tepat, lalu menyusun rancangan program bersama masyarakat berdasarkan hasil identifikasi tersebut,” jelasnya.
Terakhir, Sri Angga berharap sistem yang dikembangkan mampu membantu petani menekan biaya operasional irigasi hingga 90 persen sekaligus menjadi model pengelolaan irigasi hortikultura berbasis energi terbarukan yang berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto.
“Program ini juga diharapkan memperkuat kapasitas kelembagaan Ormawa melalui peningkatan hard skill dan soft skill mahasiswa dalam perancangan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







