PROFESI-UNM.COM – Aksi solidaritas mahasiswa kembali hadir di Kota Makassar tepatnya di Flyover sebagai respons atas dugaan kasus penyiraman air keras yang melibatkan aparat negara terhadap aktivis, Rabu (12/3).
Pelaksana tugas Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, mengatakan aksi ini dilatarbelakangi oleh peristiwa penyiraman air keras yang diduga melibatkan oknum aparat.
“Peristiwa ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan dan pembungkaman suara kritis. Hal seperti ini tidak boleh terus terjadi,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa aksi ini melibatkan gabungan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat. Selain itu, massa aksi juga fokus mengawal kasus Andre Yunus serta menyuarakan aspirasi korban lain yang belum terungkap ke publik.
“Kita harus berani bersuara. Jangan sampai rasa takut justru meredupkan gerakan mahasiswa,” jelasnya.
Intan juga mendesak aparat dan pemerintah untuk bertanggung jawab serta membuka secara transparan proses penyelidikan kasus yang terjadi.
“Pihak berwenang harus memberikan informasi yang terbuka dan bertanggung jawab atas kasus ini,” ujarnya. (*)
*Reporter: Nathaya Haura Maulidya Rini







