200 Peserta Komunitas Tuli Ikuti Edukasi Disiplin Positif dalam Pengasuhan Anak

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Saat Pembukaan Kegiatan Pengabdian oleh Perwakilan Wali Kota Makassar, (Foto: Ist.)

Potret Saat Pembukaan Kegiatan Pengabdian oleh Perwakilan Wali Kota Makassar, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pendekatan Disiplin Positif dalam Pengasuhan Anak” bagi komunitas tuli berlangsung di Masjid Rahmatul Ilham, Minggu (8/3/2026). Sekitar 200 peserta teman tuli mengikuti kegiatan ini serta kurang lebih 30 orang tua.

Pembukaan acara secara resmi oleh perwakilan Wali Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan. Kegiatan ini juga menghadirkan Tri Sugiarti sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan disiplin positif dalam proses pengasuhan anak.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pola pengasuhan sebaiknya mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikatif. Selain itu, menghindari penggunaan kekerasan dalam mendidik anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pola pengasuhan sebaiknya menggunakan pendekatan humanis dan komunikatif, serta menghindari penggunaan kekerasan dalam mendidik anak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Sulawesi Selatan yang selama ini aktif memperjuangkan hak serta pemberdayaan masyarakat tuli. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses edukasi bagi komunitas tuli, khususnya dalam bidang pengasuhan keluarga.

Baca Juga Berita :  Terancam Kehilangan Pekerjaan, PKL Kecewa Adanya Penggusuran

200 Peserta Komunitas Tuli Ikuti Edukasi Disiplin Positif

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Kedua mahasiswa tersebut turut membantu jalannya kegiatan sekaligus mendukung proses edukasi kepada para peserta.

Agar seluruh peserta dapat mengakses materi, panitia menghadirkan juru bahasa isyarat selama kegiatan berlangsung. Selain itu, narasumber juga menggunakan bahan tayang visual yang agar lebih mudah dipahami oleh komunitas tuli.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan yang pernah mereka alami, termasuk perlakuan seperti bentakan, cubitan, maupun larangan tanpa penjelasan dari orang tua.

Baca Juga Berita :  HIMA AP FIP UNM Gelar Seminar Nasional Pemberdayaan Perempuan lewat Audiensi dengan Pemkot Makassar

Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami pengalaman serupa pada masa kecilnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mampu menunjukkan kemandirian melalui prestasi sebagai model tuli yang menghasilkan berbagai karya. Perubahan tersebut membuat orang tuanya kini lebih menghargai kemampuannya, bahkan meminta maaf atas perlakuan yang pernah ia alami.

Sementara itu, salah satu perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa harapan akan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman baru bagi komunitas tuli mengenai pola pengasuhan yang lebih positif.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang edukasi yang lebih inklusif bagi komunitas tuli, khususnya dalam memahami praktik pengasuhan yang sehat. Selain itu, membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis,” ujarnya.(*)

*Reporter: Rahmadani

Berita Terkait

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik
Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota
Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak
Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional
Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah
Mahasiswa UNM Gelar Aksi Seruan Republik Indonesia Sekarat, Soroti MBG hingga UU Perampasan Aset
Ramah Tamah FSD Periode Juni 2026, Plt Rektor Tekankan Optimisme dan Etika Lulusan
BRIN Dorong Rumah Inovasi Indonesia untuk Jembatani Kesenjangan Riset dan Industri
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 18:33 WITA

Gelar Pameran Tunggal ‘Roots’, FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik

Senin, 22 Juni 2026 - 18:09 WITA

Angkat Tema “Roots”, Pameran Tunggal Soroti Perjuangan Alam di Ruang Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 17:54 WITA

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:20 WITA

Olimpiade Pendidikan dan Pekan Pujangga Hadirkan Lomba Esai Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:17 WITA

Lulusan Terbaik Wisudawan Magister FIKK Bagikan Motivasi Kuliah

Berita Terbaru

Potret Pamflet Pendaftaran Volunteer Kopma Festival 2026, (Foto:Int.)

Kopma

Kopma Festival 2026 Ajak Mahasiswa Jadi Volunteer

Senin, 22 Jun 2026 - 23:42 WITA

Potret Pamflet SI-KONSEN Manajemen, (Foto:Int.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen FEB Luncurkan SI-KONSEN, Permudah Mahasiswa Tentukan Konsentrasi Studi

Senin, 22 Jun 2026 - 23:31 WITA

Potret Sambutan Ketua Jurusan Seni  Rupa dan Desain, Irfan Ariffin dalam Pameran Tunggal, (Foto: Int.)

Fakultas Seni dan Desain

Suarakan Isu Lingkungan, Mahasiswa Seni Rupa Gelar Pameran Tunggal

Senin, 22 Jun 2026 - 23:12 WITA