PROFESI-UNM.COM — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keamanan Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan sterilisasi kawasan Kampus 1 Gunung Sari. Langkah ini mereka ambil setelah muncul indikasi penyusupan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pasca aksi unjuk rasa pada pertigaan Jalan Pendidikan, Selasa (23/6).
Kepala UPT Keamanan UNM, Dahlan, menyatakan petugas memeriksa area kampus guna mengantisipasi masuknya oknum luar yang mencoba mengatasnamakan mahasiswa UNM.
“Tadi ada aksi pada pertigaan Jalan Pendidikan, nah setelah itu masuk ke sini, dan tidak jelas bukan juga mahasiswa. Mau saya tanya jangan sampai penyusup dari fakultas atau universitas lain masuk ke sini mengatasnamakan UNM,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Dahlan sempat menemukan oknum dalam area kampus yang memberikan keterangan berbelit-belit. Oknum tersebut mengaku sebagai mahasiswa salah satu fakultas namun tidak mengetahui informasi tentang fakultasnya.
“Saya tanya, dia jawab mahasiswa psikologi lalu saya tanya lagi jurusan apa pada psikologi, dia tidak tahu. Yang jelas sepertinya bukan mahasiswa UNM,” jelasnya.
Dahlan menegaskan bahwa pihak kampus memperketat pengamanan karena sejarah konflik kampus yang kerap muncul akibat provokasi pihak luar.
“Potensi penyusupan ke UNM sangat besar, jangan sampai terjadi lagi penyerangan oleh orang luar. Makanya kami mengecek apakah yang bersangkutan betul mahasiswa UNM atau bukan serta mensterilkan lebih dahulu area Gunung Sari,” tegasnya.
Dahlan menambahkan bahwa saat ini petugas masih terus mencari oknum tersebut. Ia juga menilai sikap oknum yang enggan menemui aparat menjadi indikasi adanya masalah.
“Jadi sementara pencarian. Tapi, kalau dia tidak mau bertemu dengan aparat, berarti memang bermasalah. Patut dicurigakan,” tambahnya.
Terakhir, Dahlan mengimbau seluruh sivitas akademika UNM untuk bekerja sama mendukung proses sterilisasi ini demi kenyamanan bersama.
“Lebih baik kita mencegah daripada terjadi baru kita sesali,” pungkasnya. (*)
Reporter: Hafid Budiawan







