PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Berlawan menggelar aksi demonstrasi dengan tema “Rakyat Indonesia Dilanda Krisis: Bangun Kekuatan Rakyat, Lawan Rezim Militerisme Prabowo-Gibran”. Kegiatan aksi ini berlangsung di Fly Over Makassar, Selasa (23/6).
Massa aksi membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial masyarakat. Mahasiswa menyoroti berbagai isu, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, pendidikan, hingga persoalan pengelolaan sumber daya alam dan ruang hidup masyarakat.
Jenderal Lapangan, Anreyza Yusri, mengatakan bahwa aksi turun ke jalan atas dasar bentuk respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memadai dari pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami turun ke jalan atas dasar begitu banyak permasalahan yang terjadi di Indonesia. Berbagai persoalan yang ada hari ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah isu utama yang menjadi fokus tuntutan massa aksi. Mulai dari penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mewujudkan pendidikan gratis, revisi ulang Undang-Undang Polri dan TNI. Selain itu, juga pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, penghentian perampasan ruang hidup masyarakat, serta pemberian ruang bagi jurnalisme independen di Papua.
Anreyza juga menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga sebagai ajakan kepada masyarakat agar turut mengawal berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.
“Ketika ada kebijakan-kebijakan yang pemerintah keluarkan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat, maka mari kita bersuara. Mari bersama-sama membangun kekuatan untuk menuntaskan berbagai permasalahan yang ada,” tegasnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







