PROFESI-UNM.COM – Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi, aktivitas, hingga pencapaian seseorang kini dapat orang lain lihat hanya melalui layar ponsel.
Kemudahan tersebut membuat banyak orang terus mengikuti perkembangan lingkungan sekitarnya. Tidak sedikit yang merasa perlu mengetahui berbagai hal agar tidak tertinggal informasi terbaru.
Kondisi tersebut melahirkan fenomena yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO). Istilah ini merujuk pada perasaan khawatir ketika seseorang merasa tertinggal pengalaman, tren, atau aktivitas yang sedang orang lain jalani.
FOMO sering muncul saat seseorang melihat unggahan teman yang sedang berlibur, mengikuti kegiatan tertentu, atau meraih prestasi. Unggahan tersebut terkadang memunculkan keinginan untuk melakukan hal serupa.
Pada beberapa kasus, FOMO dapat membuat seseorang terus memeriksa media sosial. Kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu waktu istirahat, konsentrasi belajar, maupun produktivitas sehari-hari.
Selain itu, FOMO juga dapat memunculkan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki kondisi, tujuan, dan perjalanan hidup yang berbeda.
Untuk mengurangi FOMO, seseorang dapat membatasi waktu penggunaan media sosial dan lebih fokus pada aktivitas yang bermanfaat. Pengembangan hobi serta peningkatan interaksi secara langsung juga dapat menjadi alternatif yang positif.
Melalui penggunaan media sosial yang bijak, seseorang tetap dapat memperoleh informasi tanpa harus merasa tertinggal dari orang lain. Kesadaran tersebut penting untuk menjaga kesehatan mental dan kenyamanan selama menjalani aktivitas sehari-hari. (*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin








