Strategi Meningkatkan Literasi Mahasiswa di Lingkungan Kampus

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mahasiswa yang sedang membaca buku di perpustakaan, (Foto: Ai.)

Ilustrasi mahasiswa yang sedang membaca buku di perpustakaan, (Foto: Ai.)

PROFESI-UNM.COM — Literasi menjadi fondasi bagi mahasiswa yang kritis, adaptif, dan berdaya saing. Di Universitas Negeri Makassar, upaya peningkatan literasi melibatkan institusi dan seluruh mahasiswa. Literasi mencakup kemampuan membaca, menulis, literasi digital, informasi, serta berpikir kritis terhadap berbagai isu.

Langkah pertama, mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca secara rutin. Kampus dapat memaksimalkan perpustakaan sebagai ruang nyaman dan ramah diskusi. Selain itu, pojok baca di fakultas atau sekretariat organisasi membantu mendekatkan buku dengan mahasiswa. Akses terhadap jurnal ilmiah dan e-book juga harus dimanfaatkan untuk membiasakan mahasiswa mencari referensi kredibel.

Baca Juga Berita :  Tips Mengatur Uang Saku agar Cukup Sebulan

Selain itu, organisasi kemahasiswaan memegang peran strategis dalam menggerakkan budaya membaca. Kegiatan seperti bedah buku, diskusi publik, pelatihan kepenulisan, dan lomba karya tulis ilmiah menjadi wadah pembinaan. Lembaga pers mahasiswa, seperti LPM Profesi UNM, mendorong minat baca dan tulis melalui produksi berita, opini, serta feature isu-isu kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterlibatan mahasiswa dalam produksi tulisan membuat mereka aktif membaca, meneliti, dan memverifikasi informasi. Penggunaan teknologi juga membantu. Mahasiswa dapat memanfaatkan platform digital untuk mengakses sumber belajar, mengikuti webinar, dan bergabung komunitas baca daring. Literasi digital harus diimbangi kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks.

Baca Juga Berita :  5 Tips Mahasiswa Menjaga Ikatan Sosial Tetap Kuat dan Langgeng.

Selain itu, dosen mendorong mahasiswa membaca referensi tambahan di luar materi kuliah. Penugasan berbasis riset dan analisis melatih mahasiswa mencari, memahami, dan mengolah informasi secara mendalam.

Dengan kolaborasi antara kampus, organisasi, dan mahasiswa, budaya membaca dapat tumbuh berkelanjutan. Literasi bukan sekadar jumlah buku yang dibaca, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan akademik maupun sosial.(*)

Reporter: Rahmadani

Berita Terkait

Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah
Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat
Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh
Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya
Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah
Kenali Jenis-Jenis Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus
Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan Mahasiswa
Tips Menghindari Kebiasaan Menunda Tugas Kuliah
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:51 WITA

Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:02 WITA

Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:25 WITA

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:27 WITA

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:10 WITA

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah

Berita Terbaru

Foto Suasana Pembukaan OPEN dan Pekan Pujangga 2026, (Foto: Nur Hafizhah).

Himaprodi PBSI

Himaprodi PBSI Gelar OPEN dan Pekan Pujangga ke-13

Sabtu, 1 Agu 2026 - 22:45 WITA

Potret Farida pada Kegiatan Upacara Perayaan Dies Natalis UNM ke-65, (Foto : Alyani Fajrina Nursyabri)

Universitas Negeri Makassar

Relaksasi UKT Capai Rp13,41 Miliar, UNM Fokus Ringankan Beban Mahasiswa

Sabtu, 1 Agu 2026 - 22:37 WITA