Menakar Kapasitas Pemimpin: 5 Langkah Memantaskan Diri Menjadi Ketua Umum

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Seorang Calon Pemimpin Sedang Membangun Citra di Hadapan Publik, (Foto: AI)

Foto Seorang Calon Pemimpin Sedang Membangun Citra di Hadapan Publik, (Foto: AI)

PROFESI-UNM COM – Momentum pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi sering kali memicu persaingan ketat antar-kader potensial. Namun, menjadi seorang ketua umum bukan sekadar tentang memenangkan kontestasi suara, melainkan bagaimana seorang kader memantaskan kapasitas dirinya sebelum resmi memimpin.

​Langkah pertama dan paling mendasar dalam memantaskan diri adalah memperkuat kredibilitas serta rekam jejak (track record) kerja. Calon ketua wajib membuktikan konsistensi dan tanggung jawabnya pada tugas kecil sebelum melangkah ke tanggung jawab yang lebih besar.

​Aspek kedua adalah penguasaan komunikasi interpersonal dan kemampuan manajemen konflik. Sebagai calon nakhoda, harus mampu menjadi jembatan penengah di antara berbagaisudut pandang yang berbeda dalam internal organisasi.

​​Langkah ketiga adalah merumuskan visi-misi yang realistis, taktis, dan aplikatif, bukan sekadar janji manis yang utopis. Calon pemimpin yang matang akan melakukan riset mendalam mengenai kebutuhan organisasi saat ini agar program kerja nantinya tepat sasaran.

​Selain visi yang jelas, langkah selanjutnya membangun jejaring (networking) yang luas baik di dalam maupun di luar organisasi. Relasi yang kuat akan memudahkan kolaborasi taktis dan mempercepat pencapaian target-target besar organisasi selama satu periode kepengurusan ke depan.

Baca Juga Berita :  Produktif di Bulan Ramadan Kunci Sukses Hadapi UTS Tanpa Kehilangan Fokus

​Terakhir, calon ketua umum harus menanamkan mentalitas melayani (servant leadership) ketimbang mentalitas ingin mendapatkan layanan atau sekadar memburu prestise jabatan. Pemimpin yang memantaskan diri akan fokus pada proses kaderisasi dan mempersiapkan regenerasi yang sehat demi keberlangsungan jangka panjang organisasi.

​Melalui persiapan yang matang dan pemenuhan kelima aspek tersebut, seorang kader tidak hanya akan siap memenangkan pemilihan. Lebih dari itu, ia akan tumbuh menjadi sosok ketua umum yang memiliki legitimasi kuat serta disegani oleh seluruh anggota yang dipimpinnya. (*)

*Reporter: Florencya Alnisa Chriatin

Berita Terkait

Jejak Sejarah Perantauan Mahasiswa
Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa
Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes
Ibadah Haji Jadi Impian Umat Islam dari Berbagai Negara
Tradisi Pembagian Daging Kurban Jadi Ciri Khas Idul Adha
Perayaan Idul Adha Perkuat Nilai Gotong Royong di Masyarakat
Idul Adha, Hari Raya Kurban Umat Islam
Hindari Sistem Kebut Semalam, Mahasiswa Diminta Siapkan Projek Sejak Awal
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:58 WITA

Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:25 WITA

Ibadah Haji Jadi Impian Umat Islam dari Berbagai Negara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:07 WITA

Tradisi Pembagian Daging Kurban Jadi Ciri Khas Idul Adha

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:35 WITA

Perayaan Idul Adha Perkuat Nilai Gotong Royong di Masyarakat

Berita Terbaru

Sampul E-TABLOID SNBT 2026

Tabloid

E-TABLOID SNBT 2026

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:31 WITA

Pamflet International Conference Oleh FEB UNM, (Foto: ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

ICABS 2026 Hadirkan Pembicara dari Lima Negara

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:37 WITA