PROFESI-UNM.COM – Polusi udara yang terus meningkat di berbagai wilayah dapat memengaruhi kesehatan kulit dan sistem pernapasan masyarakat, termasuk mahasiswa. Paparan debu, asap kendaraan, dan partikel berbahaya lainnya dapat memicu munculnya maskne serta meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Mahasiswa termasuk kelompok yang sering menghadapi polusi udara karena menjalani berbagai aktivitas di luar ruangan setiap hari. Perjalanan menuju kampus, kegiatan organisasi, penelitian lapangan, hingga olahraga meningkatkan kontak mahasiswa dengan berbagai polutan lingkungan.
Partikel polusi menempel pada kulit lalu bercampur dengan minyak, keringat, dan kotoran yang berada di permukaan wajah. Kondisi tersebut menyumbat pori-pori kulit sehingga memicu munculnya jerawat, terutama pada area yang tertutup masker.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan masker dalam waktu lama juga meningkatkan kelembapan dan gesekan pada kulit wajah. Kombinasi antara polusi, keringat, dan tekanan masker sering memicu terjadinya maskne pada kalangan mahasiswa.
Selain menyerang kulit, polusi udara juga masuk ke saluran pernapasan ketika mahasiswa menghirup udara setiap hari. Paparan partikel berbahaya secara terus-menerus menyebabkan iritasi saluran napas dan meningkatkan risiko munculnya ISPA.
Mahasiswa perlu mengenali gejala awal yang sering muncul akibat paparan polusi udara agar dapat melakukan pencegahan lebih cepat. Jerawat yang semakin banyak, batuk, tenggorokan gatal, hidung tersumbat, dan sesak napas menjadi beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, mahasiswa dapat menggunakan masker yang bersih, mencuci wajah setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan tangan. Mahasiswa juga perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
Penerapan kebiasaan hidup sehat membantu mahasiswa menghadapi dampak polusi udara yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kesadaran untuk melindungi kesehatan kulit dan pernapasan mendorong mahasiswa menjaga kesehatan agar aktivitas akademik berjalan dengan baik. (*)
*Reporter: Ratna Wulandari







