PROFESI-UNM.COM -Cara membagi waktu kuliah dan kerja merupakan tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa yang memilih untuk menempuh studi sambil bekerja, baik paruh waktu maupun penuh waktu.
Fenomena ini semakin umum terjadi karena berbagai alasan, mulai dari kebutuhan ekonomi, biaya kuliah, hingga keinginan memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus.
Mahasiswa yang menjalani dua peran sekaligus sering kali menghadapi jadwal padat yang berpotensi menimbulkan kelelahan, penurunan prestasi akademik, dan risiko stres jika tidak dikelola dengan baik.
Untuk mengatasinya, beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain membuat jadwal prioritas dengan menempatkan kuliah dan ujian sebagai hal utama, menggunakan alat bantu manajemen waktu seperti kalender digital dan aplikasi pengingat, serta menjalin komunikasi yang baik dengan dosen maupun atasan agar tidak terjadi benturan jadwal.
Selain itu, mahasiswa perlu membatasi aktivitas tambahan yang kurang produktif dan tetap mengatur waktu istirahat guna menjaga kesehatan fisik serta mental.
Meski penuh tantangan, kuliah sambil bekerja juga memberikan sejumlah manfaat. Mahasiswa dapat memperoleh kemandirian finansial, melatih kedisiplinan, serta mendapatkan pengalaman kerja yang menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia profesional.
Selain itu, kesempatan untuk membangun jaringan kerja sejak dini juga menjadi keuntungan tersendiri. Dengan pengelolaan waktu yang seimbang, mahasiswa mampu menjaga prestasi akademik sekaligus meraih manfaat dari pengalaman kerja yang dijalani.(*)
*Reporter: Rahmadani








