PROFESI-UNM.COM — Menjadi mahasiswa rantau membawa tantangan sekaligus pembelajaran. Jauh dari orang tua, mahasiswa harus lebih bijak mengelola keuangan agar tetap mandiri. Kota pendidikan seperti Makassar menarik mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Universitas Negeri Makassar, sehingga kemampuan berhemat menjadi keterampilan penting.
Pertama, susun anggaran bulanan dengan mencatat pemasukan dari kiriman orang tua, beasiswa, atau pekerjaan paruh waktu, serta pengeluaran rutin seperti kos, makan, transportasi, dan kebutuhan kuliah. Perencanaan yang jelas membantu mengontrol pengeluaran dan meminimalkan risiko kehabisan dana.
Selain itu, prioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Memasak sendiri, membawa bekal, dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan menjadi cara efektif menghemat. Mahasiswa rantau juga dapat menggunakan aplikasi pencatat keuangan dan mencari promo transportasi atau diskon pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, cari sumber pemasukan tambahan, seperti menjadi asisten dosen, tutor privat, atau freelance. Cara ini menambah pendapatan sekaligus meningkatkan keterampilan.
Dengan perencanaan matang dan disiplin, mahasiswa bisa menjalani perkuliahan tanpa terbebani finansial dan memperoleh pengalaman berharga untuk masa depan. (*)
*Reporter: Rahmadani






