PROFESI-UNM.COM – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat ini sedang melakukan renovasi dan hal ini menuai sorotan dari mahasiswa serta pengurus Lembaga Kemahasiswaan (LK) FIP.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP UNM, Dirganto, menjelaskan bahwa perbaikan yang saat ini berjalan di FIP seharusnya memang sudah dikerjakan karena terdapat beberapa prasarana yang kurang layak.
“Kalau dari pandangan saya, sudah seharusnya itu dilakukan karena ada beberapa atap yang sudah bocor di beberapa ruangan di FIP,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dirganto, sarana dan prasarana di FIP masih memiliki banyak kekurangan. Tetapi saat ini sedang diperbaiki oleh birokrat dan membutuhkan waktu.
“Terkait sarana dan prasarana memang masih banyak yang kurang, tetapi untuk sementara sedang dalam proses perbaikan dan perlu waktu untuk menyelesaikannya,” tuturnya.
Fasilitas Mahasiswa Masih Terabaikan
Dirganto menjelaskan bahwa sudah ada pertemuan dengan Dekan FIP untuk membahas penambahan fasilitas di lingkungan fakultas, yaitu Closed Circuit Television (CCTV).
“Kemarin sudah menghadap ke dekan dan sementara ini sedang berjalan. Tapi kami dengar terkait pengadaan CCTV sebenarnya dana sudah ada, namun ditahan dananya, dan kami tidak tahu apa alasan penahanannya,” jelasnya.
Dirganto juga menerangkan bahwa permintaan penambahan lahan parkir telah diajukan, tetapi respons pimpinan masih menunggu waktu terkait penganggaran.
“Kami sudah meminta penambahan lahan parkir, tetapi sampai sekarang kami belum melihat apakah akan ditindaklanjuti di bagian belakang atau bagaimana. Kata pimpinan masih butuh waktu untuk penganggaran,” terangnya.
Senada dengan Dirganto, Menteri Riset dan Pengembangan (Risbang) FIP UNM, Fadlul Lailang Ramadhan, menuturkan bahwa perbaikan fasilitas cenderung mengarah kepada dosen dan pimpinan, bukan kepada mahasiswa.
“Fasilitas yang diberikan di fakultas ini lebih mengarah kepada pimpinan dan dosen, bukan kepada mahasiswa. Mungkin pimpinan punya tujuan lain,” tuturnya.
Pernyataan tersebut muncul karena menurut Fadlul masih ada fasilitas untuk mahasiswa yang kondisinya kurang layak.
“Salah satunya yaitu saluran pembuangan air yang sudah dikawal dua periode. Karena setiap selokan pasti ujungnya buntu, lalu respons dari pimpinan yaitu mempertanyakan kembali mau dibuang ke mana airnya. Akhirnya kami memberi solusi untuk membuat sumur resapan di beberapa titik kampus, tetapi masih belum ada,” tuturnya.
Fadlul menegaskan bahwa pimpinan melakukan penganggaran sesuai kebutuhan mereka tanpa mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa.
“Pimpinan hanya menganggarkan apa yang mereka butuhkan tanpa melihat apa kebutuhan mahasiswa dan mana yang penting untuk dibuat,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa FIP UNM, Kabuto (nama samaran), menerangkan bahwa fasilitas yang perlu adanya perbaikan saat ini adalah lahan parkir dan ruang kelas.
“Kalau saya lebih ke kelas dan lahan parkir, karena ada beberapa kelas yang perlu kita benahi seperti AC, jendela yang bolong, dan lahan parkir yang sempit sehingga motor sering tergesek dengan motor lain,” terangnya.
Di akhir wawancara, Kabuto menuturkan bahwa pihak fakultas perlu memastikan kenyamanan mahasiswa selama proses renovasi berlangsung.
“Sangat perlu untuk memastikan kenyamanan mahasiswa sembari kondisi fakultas sedang direnovasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, BEM FIP telah melaksanakan aksi penyampaian aspirasi terkait persoalan fasilitas. Namun respons pimpinan fakultas dinilai tidak sesuai harapan karena diwarnai ketegangan.
Selain itu, kru Profesi sampai saat ini masih berusaha bertemu dengan pimpinan FIP UNM. (*)
*Reporter: Nuralifia Tahtaniyarta
*Editor: Muhammad Fauzan Akbar







