PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan (Himawira) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) menggelar kegiatan Inaugurasi Inoventra 25 dalam rangkaian Expo Edupreneurship (Expresi) Season IV . Kegiatan ini berlangsung di Mall Town Square Makassar, Minggu (12/4).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dan inovasi di luar aktivitas akademik. Mengusung tema “Appreciation of Local Sulawesi: Culture, Creativity, and Entrepreneurship”, acara ini menampilkan berbagai pertunjukan yang mengangkat nilai budaya lokal Sulawesi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM, Basri Bado, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai mahasiswa mampu menghadirkan kegiatan yang kreatif meskipun dengan keterbatasan Dana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini menunjukkan kreativitas mahasiswa yang luar biasa meskipun dengan keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Penampilan Angngaru di Expresi FEB UNM, Menarik Atensi Penonton
Ia juga menyoroti penampilan Angngaru yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Angngaru tidak hanya bersifat simbolik, tetapi mengandung makna sumpah, loyalitas, dan komitmen dalam berorganisasi.
“Bukan hanya sekadar simbol. Akan tetapi, Angngaru mengandung nilai loyalitas dan komitmen dalam organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan inaugurasi menjadi wadah pengembangan soft skill mahasiswa, seperti kepemimpinan, kerja sama, dan kreativitas yang tidak diperoleh di ruang kelas.
“Mahasiswa perlu menyeimbangkan antara aktivitas organisasi dan akademik agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan UNM, Surandhika Ahyar, menyampaikan bahwa kegiatan inaugurasi menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk berkembang dalam organisasi.
“Inoventra bukan sekadar nama, tetapi pernyataan sikap bahwa kita hadir untuk menciptakan perubahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tema yang ada sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal Sulawesi. Menurutnya, potensi lokal harus berkembang menjadi karya nyata yang berdampak.
“Jangan hanya hadir, tetapi bertumbuh. Jangan menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku perubahan,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi mahasiswa baru yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua atas aktivitas mahasiswa selama proses kegiatan berlangsung.
“Kami mengapresiasi mahasiswa baru yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya. (*)
*Reporter: Rosdiana







