E-TABLOID 294

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 23:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampul E-Tabloid 294

Sampul E-Tabloid 294

PROFESI-UNM.COM – Yang terjadi di tubuh BEM UNM belakangan ini tidak dapat dipandang sebagai pergantian kepemimpinan semata. Pemberhentian Presiden BEM di akhir masa jabatan justru membuka babak baru yang memperlihatkan kompleksitas persoalan di dalam lembaga kemahasiswaan itu sendiri.

Di satu sisi, Maperwa menegaskan bahwa proses yang dilakukan telah melalui mekanisme formal. Forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) disebut menjadi ruang bersama untuk menyerap aspirasi dan merumuskan keputusan, dengan melibatkan unsur Maperwa fakultas sebagai bagian dari proses pertimbangan.

Namun di sisi lain, muncul pandangan berbeda dari Presiden BEM yang diberhentikan. Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan konstitusi lembaga, sehingga memunculkan perdebatan mengenai dasar hukum dari kebijakan yang diambil. Perbedaan pandangan ini hingga kini belum sepenuhnya terjawab di ruang publik. Ketiadaan pernyataan resmi dari Maperwa Universitas turut memperkuat ruang tanya di kalangan mahasiswa.

Di tengah berbagai penjelasan dari tingkat fakultas, posisi Maperwa Universitas sebagai pengambil keputusan utama justru belum memberikan keterangan yang utuh. Penunjukan pelaksana tugas menjadi langkah yang diambil untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Meski demikian, kondisi internal yang belum sepenuhnya stabil baik dari sisi struktur maupun kepercayaan mahasiswa menunjukkan bahwa proses pemulihan masih terus berlangsung.

Baca Juga Berita :  10 Tipe Mahasiswa dalam Musyawarah Versi HIMAGARA FIS UNM

Selain itu, dinamika yang terjadi juga memperlihatkan adanya fragmentasi dalam gerakan mahasiswa. Perbedaan pandangan dan sikap yang muncul berpotensi memengaruhi soliditas, terutama jika tidak diiringi dengan komunikasi yang terbuka dan ruang dialog yang sehat. Pada akhirnya, peristiwa ini menunjukkan bahwa mekanisme kelembagaan memang berjalan, tetapi belum sepenuhnya diikuti dengan keterbukaan informasi yang memadai. Dalam situasi seperti ini, kepercayaan mahasiswa menjadi hal yang krusial untuk dijaga agar lembaga tetap memiliki legitimasi di mata publiknya. (*)

Berita Terkait

E-TABLOID 296
E-TABLOID SNBT 2026
E-TABLOID 295
E-TABLOID 293
TABLOID EDISI 280 LPM PROFESI UNM
Tabloid Cetak Edisi 275
Tabloid Cetak Edisi 274
Tabloid Cetak Edisi 273
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:03 WITA

E-TABLOID 296

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:31 WITA

E-TABLOID SNBT 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA

E-TABLOID 295

Senin, 13 April 2026 - 23:22 WITA

E-TABLOID 294

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:12 WITA

E-TABLOID 293

Berita Terbaru

Foto kegiatan LPM Penalaran UNM Pada Kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) XXIX, (Foto: Ist.)

KILAS LK

Asah Kemampuan Riset, LPM Penalaran Gelar PMP XXIX

Senin, 22 Jun 2026 - 18:18 WITA

Potret Nurfadillah Pemenang Juara 2 Lomba Video Opini LPM Profesi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

Raih Juara 2 Lomba Opini, Angkat Tema Pemanfaatan AI secara Bijak

Senin, 22 Jun 2026 - 17:54 WITA