PROFESI–UNM.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar kegiatan ramah tamah alumni dalam rangka melepas wisudawan periode Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom 1, Hotel Four Points by Sheraton, Rabu (4/2).
Muhammad Hasan, Wakil Dekan (WD) III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, sebagai perwakilan menyampaikan empat poin penting tentang kesuksesan. Ia menyoroti riset penting mengenai perjalanan wisudawan ke depannya.
“Jadi, riset-riset termuka terdepan dalam psikologi pendidikan itu mengatakan bahwa ada empat poin yang menentukan kesuksesan seseorang dalam hidupnya. Riset ini MIT University lakukan, pertama harapan, kedua ketangguhan atau daya tahan, ketiga keyakinan diri, dan terakhir adalah kombinasi dari itu semua,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Hasan menambahkan bahwa tanpa ridho dari orang tua, meraih kesuksesan jadi terasa sulit. Ia mengingatkan para wisudawan untuk memanfaatkan sisa waktunya untuk membahagiakan orang tua.
“Tidak ada satupun orang yang sukses masa depannya kalau dia durhaka sama orang tua, pegang ki baik baik itu. Jadi, kalau mauki sukses tanamkan dalam diri ta sekarang bahwa sisa hidup ta akan kita jadikan sebagai sarana untuk membahagiakan orangtua,” tambahnya.
Hasan berpesan agar para lulusan tidak menganggap ini sebagai akhir dari proses belajar. Merujuk pada filosofi Ki Hadjar Dewantara, ia menegaskan gelar sarjana justru merupakan pintu pembuka untuk mempelajari hal-hal baru pada berbagai bidang kehidupan.
“Sarjana bukan pintu akhir anda untuk belajar, tetapi merupakan pintu pembuka untuk membuka pintu lain,” pesannya.
Terakhir, WD III mewakili civitas akademika FEB UNM meminta maaf mengenai kendala teknis dan fasilitas kampus. Ia berharap kekurangan tersebut menjadi pengingat bagi pihak fakultas untuk terus berbenah.
“Mewakili civitas akademi FEB UNM saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila adik-adik sekalian menuntut pendidikan di kampus, adik adik mungkin mengalami kendala fasilitas, teknis dan lainnya. Semoga ini menjadi kisah klasik masa depan, dan kami bisa terus berbenah untuk menjadikan FEB lebih unggul,” tutupnya. (*)
*Reporter: Muhammad Syarief







