PROFESI-UNM.COM – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) menggelar acara ramah tamah alumni sebagai rangkaian prosesi wisuda. Kegiatan ini berlangsung di Golden Lily Hall B, Hotel Four Points by Sheraton, Selasa (3/2).
Evi Damayanti, wisudawati yang memberikan kesan dan pesan sebagai perwakilan rekan sejawatnya, menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya perjalanan akademik di kampus tersebut. Ia menekankan bahwa momen mengenakan toga merupakan hasil dari ketekunan melewati berbagai tantangan selama masa kuliah.
Ramah Tamah FIKK UNM Jadi Saksi Gelar Akademik
“Hari ini kita telah menuntaskan perjalanan panjang sebagai mahasiswa di FIKK UNM. Kita semua datang membawa tekad yang sama, dan hari ini kita berkumpul kembali mengenakan toga yang membanggakan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor UNM hingga dosen dan staf FIKK UNM. Ilmu yang diperoleh selama di bangku perkuliahan diharapkan menjadi bekal utama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Terima kasih kepada Rektor, Dekan, para Kaprodi, hingga staf yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga. Ilmu ini akan selalu menjadi bekal dan petunjuk bagi kami kedepannya,” jelas Evi.
Suasana haru menyelimuti ruangan saat Evi memberikan apresiasi khusus kepada orang tua dan keluarga, Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademik merupakan wujud dari pengorbanan dan doa orang tua yang tidak pernah putus.
“Di balik toga yang kami kenakan, ada sosok luar biasa ayah dan Ibu, terima kasih atas kesabaran dan pengorbanan yang seringkali tak terlihat. Gelar ini membuktikan bahwa keyakinan kalian kepada kami tidak pernah sia-sia,” tuturnya dengan nada haru.
Ia juga mengajak rekan sejawatnya untuk tetap menjaga integritas dan tidak takut menghadapi kegagalan di masa depan. Baginya, ramah tamah ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.
“Teruslah bermimpi setinggi mungkin dan jangan pernah takut gagal. Yang terpenting bukan seberapa sering kita jatuh, melainkan seberapa besar keberanian kita untuk bangkit kembali dan melanjutkan perjuangan,” tutupnya. (*)
*Reporter : Muh Apdal Adriansyah







