PROFESI-UNM.COM – Kampus Gunung Sari Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengalami penyerangan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), Selasa (18/11). Aksi teror yang terjadi sekitar pukul 03.00 WITA tersebut menimbulkan kekhawatiran mahasiswa meski tidak menimbulkan korban.
Ketua BEM FIS-H UNM, Anreyza Yusri, mengonfirmasi kejadian itu saat ditemui di lokasi kampus. Ia menjelaskan bahwa penyerangan dilakukan dengan lemparan batu dan dugaan pelemparan bom molotov ke dalam area kampus.
“Penyerangan yang terjadi di kampus Gunung Sari ini alhamdulillah tidak ada korban. Namun tentu sangat mengganggu aktivitas kampus karena menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anreyza juga menyebutkan bahwa aksi serupa bukan pertama kalinya terjadi di lingkungan kampus. Menurutnya, pola penyerangan yang berulang justru memperbesar keresahan mahasiswa dan civitas akademika.
“Penyerangan-penyerangan seperti ini sering terjadi. Jika ada masalah, perlu kita selesaikan dengan baik, tidak perlu dengan penyerangan. Setiap masalah yang dijawab dengan teror seperti ini tidak akan memecahkan persoalan karena kita bahkan tidak tahu siapa pelakunya,” tegasnya.
Terkait informasi lebih lanjut mengenai motif ataupun pelaku penyerangan, pihaknya mengaku belum mendapatkan keterangan resmi.
“Sejauh ini tidak ada informasi terkait penyerangan itu,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Anreyza menyampaikan harapannya agar seluruh mahasiswa, khususnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, dapat tetap bersatu menghadapi situasi tersebut.
“Saya harap FIS-H bisa tetap solid dan tegak dalam menanggapi teror atau penyerangan seperti ini. Kampus harus menjadi ruang aman bagi kita semua,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







