Maulid Nabi dan Relevansi Keteladanan Rasul di Era Digital

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 01:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi maulid nabi, (Foto: Firmansyah.)

ilustrasi maulid nabi, (Foto: Firmansyah.)

PROFESI-UNM.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. kembali hadir sebagai ruang refleksi dan pengingat bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, tradisi perayaan Maulid tidak hanya berlangsung di masjid-masjid, tetapi juga di ruang-ruang publik, kampus, hingga perkampungan. Momen ini sering dirayakan dengan zikir, pembacaan syair Barzanji, tausiah, hingga kegiatan sosial yang mengikat kebersamaan umat.

Lebih dari sekadar ritual, Maulid Nabi memiliki makna mendalam. Ia menjadi penanda sejarah lahirnya sosok yang membawa perubahan besar dalam peradaban manusia. Nabi Muhammad Saw. bukan hanya seorang pemimpin agama, melainkan juga reformis sosial yang menegakkan prinsip keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang. Dalam konteks hari ini, meneladani akhlak Nabi menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi masyarakat yang semakin kompleks.

Universitas Negeri Makassar (UNM), misalnya, menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai wahana memperkuat nilai spiritual mahasiswa. Melalui kegiatan keagamaan yang digelar oleh lembaga intra maupun ekstra kampus, Maulid Nabi disajikan tidak sebatas seremonial, melainkan juga wadah diskusi tentang bagaimana ajaran Rasulullah relevan dengan kehidupan modern. Mahasiswa didorong untuk menafsirkan ulang keteladanan Nabi dalam menghadapi problematika kontemporer, mulai dari krisis moral, degradasi sosial, hingga tantangan digitalisasi.

Tradisi Maulid di Indonesia sendiri memiliki kekhasan. Di beberapa daerah, seperti Sulawesi Selatan, perayaan dilakukan dengan “maudu lompoa” yang menghadirkan aneka makanan tradisional dalam bentuk perahu besar. Sementara di Jawa, masyarakat mengenalnya dengan sekaten atau perayaan sederhana di langgar dan masjid. Variasi budaya ini menunjukkan bahwa Maulid Nabi bukan hanya fenomena religius, tetapi juga budaya yang melekat pada identitas bangsa.

Namun, penting untuk menegaskan kembali bahwa esensi Maulid bukan pada kemeriahan perayaannya, melainkan pada penghayatan pesan yang dibawa. Rasulullah adalah figur yang mencontohkan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga etika dalam bermasyarakat. Hal inilah yang seharusnya menjadi fokus utama dalam setiap momentum peringatan Maulid.

Dalam perspektif jurnalisme kampus, Maulid Nabi juga dapat dibaca sebagai ruang kritik terhadap kondisi sosial hari ini. Umat dituntut tidak hanya larut dalam nostalgia sejarah, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai profetik dalam realitas kekinian. Misalnya, ketika Nabi menekankan pentingnya amanah, maka relevansinya di era modern adalah bagaimana mahasiswa, dosen, maupun pejabat publik menjalankan tanggung jawab dengan penuh integritas. Begitu pula dengan prinsip ukhuwah yang diajarkan Nabi, ia dapat menjadi solusi di tengah fragmentasi sosial dan politik yang kerap memecah belah masyarakat.

Baca Juga Berita :  Tips Membaca Jurnal Ilmiah Tanpa Stres

Dengan demikian, Maulid Nabi tidak berhenti pada lantunan shalawat atau prosesi adat, tetapi harus bertransformasi menjadi gerakan moral. Momentum ini mengingatkan bahwa teladan Rasulullah adalah panduan abadi, bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang mendambakan peradaban berbasis keadilan dan kemanusiaan.

Maka, tugas generasi muda hari ini bukan sekadar memperingati, tetapi menghidupkan nilai-nilai profetik dalam keseharian. Meneladani Nabi berarti menegakkan kejujuran di tengah praktik curang, menebarkan kasih di tengah kebencian, dan menghadirkan keberanian moral dalam menghadapi ketidakadilan. Dengan begitu, Maulid Nabi Muhammad Saw. benar-benar menjadi momentum refleksi, bukan sekadar tradisi tahunan yang berlalu tanpa makna.(*)

*Reporter: Firmansyah

Berita Terkait

Upgrade Skill Mahasiswa Jadi Kunci Sukses di Era Kompetitif
Strategi Efektif Mahasiswa Mendapatkan Akses Jurnal Ilmiah
Kenali Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Letak dan Penyebabnya
Tips Pola Hidup Sehat, Kunci Produktivitas Mahasiswa di Tengah Kesibukan
Tips Olahraga Setelah Lebaran agar Tubuh Kembali Bugar
Rekomendasi Aplikasi Editing Video Profesional untuk Kebutuhan Konten Digital
Langkah Utama Menjaga Pola Makan Sehat Saat Lebaran
Tips Adaptasi Pola Makan Usai Ramadan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:47 WITA

Upgrade Skill Mahasiswa Jadi Kunci Sukses di Era Kompetitif

Jumat, 10 April 2026 - 21:05 WITA

Strategi Efektif Mahasiswa Mendapatkan Akses Jurnal Ilmiah

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:48 WITA

Kenali Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Letak dan Penyebabnya

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:07 WITA

Tips Pola Hidup Sehat, Kunci Produktivitas Mahasiswa di Tengah Kesibukan

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:58 WITA

Tips Olahraga Setelah Lebaran agar Tubuh Kembali Bugar

Berita Terbaru

Potret Pengukuhan Perwakilan Mahasiswa Kewirausahaan Angkatan 2025 dalam Acara Inaugurasi Inoventra 25 (Foto : Putri Salsabila)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Inaugurasi Inoventra 25 Warnai Expresi 2026 dengan Semangat Budaya Lokal Sulawesi

Selasa, 14 Apr 2026 - 19:08 WITA

Foto Bersama Plt Rektor seusai Proses Pemilihan Dekan FIKK, (Foto: Desitha Cahya)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan

Tahap Kedua Selesai, Andi Atssam Terpilih Jadi Dekan FIKK

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:09 WITA

Potret Hasil Pemilihan Dekan FIKK, (Foto: Desitha Cahya)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan

Terpilih sebagai Dekan FIKK, Andi Atssam Mappanyukki Ingin Hilangkan Pungutan Tak Sesuai SOP

Selasa, 14 Apr 2026 - 12:58 WITA

Sampul E-Tabloid 294

Tabloid

E-TABLOID 294

Senin, 13 Apr 2026 - 23:22 WITA