PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar Wisuda Periode Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, A. Nurul Febriani, lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), terpilih sebagai wisudawan terbaik fakultas. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) tersebut menyelesaikan studi dengan capaian IPK 3,94 dan masa studi 3 tahun 11 bulan di Pelataran Menara Pinisi UNM, Selasa (13/01).
Peraih predikat wisudawan terbaik yang akrab disapa Annur tersebut mengaku merasakan perasaan yang campur aduk saat dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Ia merasa bahagia, terkejut, terharu, sekaligus gugup karena tidak menyangka akan meraih predikat tersebut.
Mahasiswa PGPAUD FIP Raih Wisudawan Terbaik
Annur mengungkapkan bahwa faktor yang menentukan keberhasilannya hingga menjadi wisudawan terbaik adalah dengan kesungguhan, konsisten, kemauan belajar, serta disiplin dan tanggung jawab.
“Yang paling menentukan keberhasilan menurut saya itu bersungguh-sungguh dan konsisten dalam menuntut ilmu, terus ada kemauan belajar berkembang sih dalam artian mau menerima masukan, tidak cepat puas dan terus memperbaiki diri, disiplin sama tanggung jawab juga penting,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya, Annur mengakui menjaga konsistensi bukanlah hal yang mudah. Semangat yang menurun di tengah proses perkuliahan serta rasa kurang percaya diri, terutama saat presentasi di kelas, kerap menjadi tantangan yang ia hadapi.
“Jaga konsistensinya itu susah karena terkadang cuma semangat di awal tapi menurun semangatnya pas di tengah jalan. Cara saya atasi itu dengan membuat target kecil yang realistis, fokus pada proses bukan hanya fokus di hasil. Kalau untuk melawan rasa tidak percaya diri itu saya coba pelan-pelan menanamkan di dalam pikiran saya kalau setiap orang itu punya proses, harus latihan pelan-pelan dan jangan takut salah karena dari situ justru kita bisa belajar,” jelasnya.
Selain itu, Annur menerapkan kedisiplinan dalam kesehariannya sebagai mahasiswa dengan selalu datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas tanpa menunda. Dalam perkuliahan, ia memilih untuk aktif secara proporsional dengan bertanya saat belum memahami materi dan berpartisipasi ketika merasa siap.
Menutup perbincangan, Annur menyampaikan pesan singkat bagi mahasiswa yang tengah berjuang menjaga konsistensi dan disiplin selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Tidak apa-apa kalau dan pelanki, yang penting ndk berhenti tengah jalan” tutupnya. (*)
*Reporter: Nisrina Muhaemin
*Editor: M. Zaky Asryan. A








