PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar rangkaian kegiatan pengabdian Kabupaten Bone. Kegiatan ini mengusung tema “Sumange Tealara: Menyulam Dedikasi dalam Jejak Peradaban di Bumi Arung Pallaka.”
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba puisi tingkat SMP dan SMA, lomba mendongeng tingkat SMP, serta program Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI) yang menyasar sejumlah sekolah di daerah setempat.
Lomba puisi yang mulai, Rabu (29/4) di Desa Pattiro Bajo menampilkan peserta dari dua jenjang pendidikan secara bertahap. Para peserta tampil dengan memadukan ekspresi, intonasi, dan pemaknaan terhadap puisi yang dibawakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nadiva Azahra, peserta dari SMP 2 Maree, dalam wawancaranya menjelaskan perasaannya. Ia mengaku kegiatan itu menjadi pengalaman baru yang berarti baginya.
“Kegiatannya menyenangkan sekaligus menegangkan. Saya senang karena bisa tampil dan belajar lebih percaya diri, apalagi ini jadi pengalaman baru yang sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.
Gerakan Cints Bahasa Indonesia
Lomba mendongeng yang juga digelar pada hari yang sama turut menarik antusiasme peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP. Vita Sari, siswi kelas IX dari SMP Negeri Satu Atap Tiga, menyebut kegiatan tersebut semakin memotivasinya untuk terus belajar.
“Kegiatannya sangat menarik dan menambah pengalaman saya. Apalagi sebelumnya saya juga sudah beberapa kali ikut lomba, jadi ini semakin memotivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, program Gerakan Cinta Bahasa Indonesia (GCBI) yang telah terlaksana sehari sebelumnya, Selasa (28/4), menyasar langsung satuan pendidikan, salah satunya SMA 12 Bone. Program tersebut tidak hanya membahas penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi juga menghadirkan latihan soal berbasis model UTBK sebagai nilai tambah bagi peserta.
Wikar, peserta dari Desa Mabiring, mengapresiasi pendekatan yang pengurus Himaprodi PBSI lakukan dalam program tersebut. Selain itu, ia menjelaskan bahwa program ini mengajarkan bahasa Indonesia yang memberikan gambaran mengenai soal UTBK.
“Menurut saya, GCBI ini seru karena mengajarkan kita tentang bahasa Indonesia dan juga memberikan gambaran mengenai soal-soal UTBK nanti,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Himaprodi PBSI UNM menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







