PROFESI-UNM.COM – Mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), Juwita berhasil meraih juara dalam penghargaan Putera Puteri Bumi Sulawesi Selatan 2026. Ia terpilih pada malam puncak yang berlangsung di Gedung Mulo, Minggu (19/4).
Yayasan Inspirasi Muda kembali menggelar ajang Putera Puteri Bumi Sulawesi Selatan 2026 sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Juwita mengaku awalnya merasa ragu mengikuti ajang tersebut setelah melalui banyak kegagalan pada kompetisi yang ia ikuti sebelumnya.
“Awalnya saya sempat sedih dan benar-benar berpikir dua kali untuk lanjut. Akan tetapi, saya tetap mencoba lagi walaupun ragu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mendaftar pada dua minggu sebelum penutupan, setelah mendapat dorongan dari keluarga dan sahabat, ia menjadikan momen itu sebagai titik awal keberaniannya. Juwita kemudian menjalani proses seleksi dengan jadwal yang padat bersamaan dengan tugas kuliah.
Juwita menuturkan bahwa usahanya mengatur waktu sebaik mungkin membuat ia berhasil lolos sebagai finalis Top 20 dan melanjutkan ke tahap karantina. Selama empat hari, ia mengikuti pemotretan, kunjungan ke Lantebung Mangrove, coaching di Museum La Galigo, serta wawancara dan tes tertulis.
“Saya tidak menyangka bisa sampai ke titik ini, ternyata kegagalan sebelumnya membentuk diri Saya menjadi pribadi yang lebih kuat. Saya percaya usaha dan doa tidak akan menghianati hasil, dan kita harus total dalam menjalankannya,” tuturnya.
Menutup wawancara, Ia menyampaikan dialog dari salah satu pemenang pada tahun sebelumnya. Juwita juga menyebut bahwasanya ia bersyukur dapat bergabung dalam keluarga yayasan tersebut.
“Salah satu pepatah Jepang yang disampaikan oleh pemenang sebelumnya yaitu jatuh tujuh kali bangkit delapan kali ternyata benar-benar apa yang saya rasakan. Saya sangat bersyukur, banyak sekali pelajaran, pengalaman dan kehangatan kekeluargaan yang saya dapatkan selama bergabung dalam yayasan inspirasi muda,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ratna Wulandari







