PROFESI-UNM.COM – Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar FSD Drawing Day 2026. Mengusung tema “Menjalin Garis, Merayakan Ekspresi di Bulan Menggambar”, pameran ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Mei hingga 11 Juni 2026 di Galeri Colli Pakue.
Drawing Day 2026 adalah sebuah pameran seni gambar yang menjadi ajang pertemuan seniman, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia.
Prosesi pembukaan oleh Plt. Rektor UNM, Farida Patittingi, dengan penampilan performing arts yang koreografinya mahasiswa FSD rancang langsung. Rangkaian acara juga mencakup kuliah umum bertajuk “Membedah Seni Gambar” serta workshop kartun dan karikatur pada pagi harinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Program Studi Animasi FSD UNM, Irfan Arifin, menyebut kegiatan ini bukan sekadar pameran biasa. Melainkan, sebuah pernyataan sikap di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia visual.
“Pameran ini bukan sekadar ajang pajang karya, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang kejujuran goresan tangan manusia,” terangnya.
Sebanyak 115 karya terpilih akan ditampilkan dalam pameran yang dikurasi langsung oleh pakar pendidikan seni, Sofyan Salam. Karya-karya tersebut berasal dari hampir seratus seniman, dengan 47 peserta dari Sulawesi Selatan dan 42 peserta dari luar wilayah, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, hingga Nunukan dan Flores Timur.
“Daya tarik pameran ini terletak pada keberagaman partisipannya yang mencakup hampir seratus seniman dari berbagai titik di Indonesia,” ucapnya.
Pameran menampilkan dialektika antara metode konvensional dan modern, dengan dominasi traditional drawing sebesar 68 persen dan digital drawing 32 persen.
Terakhir, Irfan Arifin memberikan harapannya dalam acara FSD Drawing Day. Ia berharap agar hal ini menjadi ruang pertemuan bagi semua orang untuk merefleksikan kembali elemen visual dasar.
“FSD Drawing Day 2026 ini harapannya dapat menjadi ruang pertemuan bagi praktisi, akademisi, dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali peran garis sebagai elemen visual dasar yang paling fundamental namun tetap revolusioner di tengah arus digitalisasi,” harapnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi







