Kesederhanaan dalam I’tikaf Ramadhan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jamaah yang Melaksanakan I’tikaf di Masjid pada Bulan Ramadhan, (Foto: Ai.)

Ilustrasi Jamaah yang Melaksanakan I’tikaf di Masjid pada Bulan Ramadhan, (Foto: Ai.)

PROFESI-UNM.COM – Pada bulan Ramadhan, umat Islam mengenal praktik i’tikaf yang umumnya pada sepuluh malam terakhir sebagai bagian dari peningkatan ibadah. Praktik berdiam diri di masjid ini penuh dengan berbagai aktivitas spiritual dan memiliki karakteristik kesederhanaan dalam pelaksanaannya.

I’tikaf berisi rangkaian ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Selama pelaksanaannya, jamaah i’tikaf membatasi aktivitas di luar kebutuhan ibadah serta mengurangi interaksi yang tidak perlu.

Salah satu ciri i’tikaf adalah kesederhanaan, di mana jamaah i’tikaf hanya membawa perlengkapan seperlunya seperti alas tidur, pakaian ganti, dan mushaf serta meminimalkan aktivitas konsumtif maupun hiburan. Kondisi ini menunjukkan pembatasan kebutuhan pada hal-hal yang bersifat esensial, terutama kebutuhan spiritual.

Di tengah padatnya aktivitas mahasiswa dan distraksi digital, i’tikaf menghadirkan suasana yang lebih tenang melalui pembatasan penggunaan gawai dan aktivitas sosial. Situasi ini berbeda dari ritme keseharian kampus yang serba cepat.

Kesederhanaan selama i’tikaf berpotensi meningkatkan fokus dan kesadaran diri. Pengaturan aktivitas yang lebih terstruktur juga membantu membentuk pola hidup yang lebih terarah.

Dalam praktiknya, i’tikaf juga melatih disiplin waktu melalui ibadah malam seperti qiyamul lail dan tilawah yang membutuhkan pengaturan istirahat terencana. Pola ini membentuk kebiasaan yang lebih teratur dan dapat diterapkan setelah Ramadhan berakhir.

Baca Juga Berita :  Tonton 5 Kanal Youtube Ini, Buat Kamu Lebih Miliki Growth Minset

Bagi mahasiswa, i’tikaf sebagai latihan menahan konsumsi berlebihan dan mengurangi ketergantungan digital. Di tengah budaya kampus yang serba cepat dan instan, praktik ini menghadirkan ritme yang lebih lambat dan reflektif.

Nilai kesederhanaan yang tercermin dalam i’tikaf menunjukkan bahwa pembatasan aktivitas dan kebutuhan dapat menjadi bagian dari pembelajaran pengendalian diri. Praktik ini relevan dengan kehidupan modern yang sarat dengan tuntutan sosial.(*)

*Reporter: Nur Syakika

Berita Terkait

Kelola Uang dengan Cerdas Tanpa Mengurangi Produktivitas
Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah
Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat
Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh
Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya
Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah
Kenali Jenis-Jenis Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus
Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan Mahasiswa
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:43 WITA

Kelola Uang dengan Cerdas Tanpa Mengurangi Produktivitas

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:51 WITA

Tips Mahasiswa Jalani Detoks Digital Selama Libur Kuliah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:02 WITA

Strategi Bagi Mahasiswa Memulihkan Kesehatan Setelah Aktivitas Padat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:25 WITA

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:27 WITA

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Berita Terbaru

Grafis Pembagian Sesi PKKMB UNM 2026, (Foto: Dok. Profesi)

Informatif

Tips Maba Hadapi PKKMB, Cek Jadwal dan Siapkan Diri

Sabtu, 8 Agu 2026 - 00:01 WITA

Potret St. Aisyah Nur Fadillah Peraih 1st Runner Up Putri Kabupaten Pangkep, (Foto: Ist.)

Prestasi

Mahasiswi FBS Raih 1st Runner Up Putri Pangkep 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:28 WITA

Potret Maman Suryaman Dosen PBSI UNY saat Sampaikan Sambutan pada Pekan Pujangga, (Foto : Nur Hafizhah)

Agendasiana

Dosen PBSI UNY Soroti Peran Sastra dalam Menjaga Bahasa Ibu

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:07 WITA

Potret Kerusakan Fasilitas di FMIPA UNM, Foto: (Dok. Profesi)

Profesiana

Dua Nama Utama Diduga Dalangi Kerusuhan FMIPA

Jumat, 7 Agu 2026 - 23:00 WITA