PROFESI-UNM.COM – Di balik predikat Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai kampus humanis, nampaknya beberapa kondisi tidak mencerminkan situasi tersebut. Hal ini khususnya ditujukan oleh para staf dan tenaga pendidik yang ditugaskan di Menara Pinisi UNM.
Salah satu dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM mengeluhkan keramahan pelayanan kampus oranye. Ia menyebutkan para staf yang kerap menunjukkan wajah judes saat memberikan layanan akademik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para staf dan tenaga pendidik wanita di Pinisi selalu menunjukkan wajah judes ketika kami menanyakan perihal berkas fakultas. Bahkan mereka yang tidak terkait sering terkesan menyela, padahal kami tidak meminta tolong kepada mereka,” keluhnya.
Saat dosen kampus Parangtambung ini bertanya soal berkas apakah telah ditandatangani oleh rektor atau belum di bagian kepegawaian lantai lima, ia malah mendapat tatapan tajam dari salah satu staf wanita.
“Waktu itu saya meminta tolong kepada mereka untuk mengecek berkas FMIPA karena kebetulan saya melihatnya tertumpuk di berkas fakultas lainnya. Saya meminta tolong karena merasa tidak berani menyentuh berkas-berkas yang tertumpuk di sana,” ujarnya.
Menurutnya, ia hanya mendapat pelayanan yang memuaskan di bagian Information and Communication Technology (ICT), Keuangan, dan Badan Layanan Umum (BLU).
“ICT, Keuangan, dan BLU pelayanannya sangat baik. Kalau yang lain, kenapa ya moodnya selalu buruk? Mereka juga tidak memandang umur, sopan santunnya di mana?,” tanyanya.
Situasi ini tentu menjadi perhatian penting bagi UNM yang dikenal dengan predikat kampus humanis.Keluhan seperti yang disampaikan sivitas akademika diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk seluruh staf dan tenaga pendidik guna meningkatkan kualitas layanan di lingkungan kampus. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







