HMI Koorkom UNM Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Sumatra Sebagai Bencana Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Demonstrasi oleh HMI Komisariat UNM di Jl. A.P. Pettarani, (Foto: Ist.)

Aksi Demonstrasi oleh HMI Komisariat UNM di Jl. A.P. Pettarani, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Koorkom) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi untuk mendesak pemerintah menetapkan banjir dan longsor Sumatra 2025 sebagai bencana nasional. Aksi ini tergelar di Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Senin (22/12).

HMI Koorkom UNM menegaskan tiga tujuan utama melalui aksi ini yaitu mendorong penetapan banjir dan longsor Sumatra sebagai bencana nasional. Mempercepat penerbitan Keputusan Presiden untuk optimalisasi penanganan darurat dan pemulihan korban. Serta mengawal keselamatan dan hak masyarakat terdampak sebagai tanggung jawab konstitusional negara.

Kemudian, Ketua Umum HMI Koorkom UNM, Azmi Dzulfikar Laitupa, menyampaikan bencana yang terjadi merupakan konsekuensi dari krisis ekologis dan lemahnya tata kelola lingkungan yang diperparah oleh lambannya respons negara.

“Tujuan utama aksi ini adalah memastikan negara tidak lagi menunda keputusan strategis. Ketika rakyat kehilangan keselamatan, negara wajib hadir secara penuh, bukan setengah-setengah,” ujar Azmi.

Selain itu, HMI menilai kondisi bencana di Sumatra telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008. Penetapan status bencana nasional ternilai menjadi langkah mendesak untuk mempercepat penanganan dan pemulihan.

Baca Juga Berita :  Lolos ke Pimnas, Tiga Tim UNM Belum Berhasil Raih Penghargaan

Terakhir, Jenderal Lapangan aksi, Qalam, menambahkan aksi ini bertujuan menekan pemerintah agar kebijakan penanganan bencana berpijak pada data dan keselamatan rakyat, bukan pada pertimbangan birokratis semata.

“Setiap keterlambatan keputusan berarti memperpanjang penderitaan korban. Itu yang ingin kami hentikan melalui aksi ini,” katanya.

HMI menyatakan akan terus mengawal isu darurat ekologis Sumatra dan membuka ruang konsolidasi gerakan lanjutan apabila negara tetap abai.(*)

*Reporter: Husnul Khatimah Hidir / *Editor: Ficka Aulia Khaerunnisa

Berita Terkait

Breaking News: Tak Penuhi Unsur Pidana, Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi Dihentikan
ZM Bacakan Pledoi, Minta Majelis Hakim Jatuhkan Putusan Seringan-ringannya
Pelantikan Maperwa FIS-H UNM Mandek, Ketua Maperwa Soroti Ketidakjelasan Kebijakan
#LKUNMDalamBahaya, Maperwa UNM Masih Coba Telaah
BEM UNM Ditinggal 10 Pengurus, Kepemimpinan Presiden Mahasiswa Tuai Sorotan
Dekan Fakultas Psikologi UNM Beri Penjelasan Sumbangan Lahan Parkir
Tersangka Kasus Pelecehan, Dosen FIS-H UNM Ditetapkan DPO Polda Sulsel
Mahasiswa Teknik Elektro UNM Keluhkan Anjuran Pembelian Buku pada Salah Satu Mata Kuliah
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:27 WITA

Breaking News: Tak Penuhi Unsur Pidana, Kasus Dugaan Pornografi Karta Jayadi Dihentikan

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:53 WITA

ZM Bacakan Pledoi, Minta Majelis Hakim Jatuhkan Putusan Seringan-ringannya

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:47 WITA

Pelantikan Maperwa FIS-H UNM Mandek, Ketua Maperwa Soroti Ketidakjelasan Kebijakan

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:46 WITA

#LKUNMDalamBahaya, Maperwa UNM Masih Coba Telaah

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:04 WITA

BEM UNM Ditinggal 10 Pengurus, Kepemimpinan Presiden Mahasiswa Tuai Sorotan

Berita Terbaru

Potret Penulis: Muhammad Hilmi Assidiqy Yusuf, (Foto: Ist)

Opini

Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:38 WITA

Pamflet Kegiatan Pelatihan Braille HMJ PKH FIP UNM, (Foto: Int)

KILAS LK

Sentuh Aksara, HMJ PKH FIP UNM Gelar Pelatihan Braille

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA